slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Dugaan Jual Beli Kios di Pasar Induk Wonosobo Mulai Menyeruak, Berikut ini Penjelasan Kadis Perdagangan - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Dugaan Jual Beli Kios di Pasar Induk Wonosobo Mulai Menyeruak, Berikut ini Penjelasan Kadis Perdagangan

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 Januari 2024 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Kabar Dugaan jual beli kios di Pasar Induk Wonosobo mulai menyeruak. Dari informasi yang diperoleh total ada 118 kios yang dijual belikan dengan harga variatif dari mulai Rp 50 juta hingga Rp 70 juta.

Dari informasi tersebut, sebanyak 30 kios di Kampung Kencil Sari dibangun dengan biaya perorangan yang dikoordinir oleh inisial R, yang lebih mencengangkan, sejumlah kios tersebut yang ada diarea pasar Induk infonya dibagi-bagi kepada sejumlah oknum yang kemudian hasil penjualan kios masuk kantong pribadi.

Mendapati informasi tersebut, kemudian awak media menemui Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Bagyo Sarastono. Menurutnya terkait bangunan kios didalam pasar Induk Wonosobo yang dijual belikan, dirinya belum bisa menjawab, karena harus diklarifikasi dulu, namun terkait kios di Kampung Kencil Sari dirinya sudah minta saran kepada ahli hukum, dan sarannya harus dilakukan penyegelan namun disaat melakukan penyegelan pihaknya harus ada PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil).

Baca Juga :  Forum Masyarakat Jakarta Barat Gelar Deklarasi Anti Khilafah dan Radikalisme

“Kami tidak ada PPNS, karena PPNS ada di Satpol PP,” kata Bagyo. Rabu (27/12/2023).

“Iya, arahnya kita segel, kalau memang itu tidak ada IMBnya maka arahnya dilakukan pembongkaran, namun sebelumnya harus dilakukan komunikasi terlebih dulu,” ujarnya.

Disampaikan Bagyo, pihaknya tidak bisa melakukan penyegelan sepihak karena bakal berdampak negatif.

“Gak bisa menyegel sepihak karena disitu ada hak juga dari pedagang, yang nantinya bisa dia menuntut balik ke saya,” ujar Bagyo.

“Untuk dilakukan penyegelan mungkin sifatnya bisa sementara, nanti koordinasi dengan tim Pemda untuk mencari jalan keluarnya,” tandasnya.

Baca Juga :  Korban Tenggelam di Bendungan way Sekampung mulai Terdeteksi, Ini Upaya yang Dilakukan Tim SAR Gabungan

Penuturan Bagyo, dari 4333 kios pasar induk, baru 600-700 pedagang yang baru menempati kios tersebut.

Diketahui proyek pembangunan pasar Induk Wonosobo yang dibangun pada 2019 dan rampung pada Januari 2022 disinyalir meninggalkan polemik. Pembangunan pasar terbesar di Wonosobo tersebut diketahui memakan anggaran hampir Rp140 miliar yang bersumber dari APBD 2019 dan 2020.

Hingga mulai Akhir juli 2022 para pedagang menempati kios di pasar induk tersebut. Namun dibalik penempatan kios pasar induk wonosobo banyak pedagang yang mengeluh.

“Sekarang tempat jualan saya jadi sempit, gak seperti dulu luas,” ujar pedagang pasar. Kamis (21/12/2023).

Yang lebih memprihatinkan, kata pedagang, muncul sejumlah bangunan kios yang dijual belikan.

(VS/TS)

Berita Terkait

Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan
Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:03 WIB

Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:44 WIB

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:28 WIB

FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Berita Terbaru