Jakarta, jurnalisinvestigasinews.com -Paramadina Institute of Ethics and Civilization PIEC Universitas Paramadina gelar Kajian Etika dan Peradaban KEP edisi ke-42 bertema “Implementasi Pancasila dan UUD 1945 dalam Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Kabinet Merah Putih: Evaluasi dan Refleksi”. Diskusi berlangsung di Ambhara Hotel Jakarta Selatan, Kamis 04/06/26.
Acara ini menghadirkan Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Senior Ekonom PEPS Dr. Anthony Budiawan, dan Mantan Dubes RI untuk Iran dan Turkmenistan Drs. Dian Wireng Jurit MA sebagai narasumber, dengan moderator Pipip A. Rifa’i Hasan Ph.D.
Dalam opening speech, pembicara Drs. Dian Wireng Jurit menegaskan bahwa pada masa ketika banyak negara di belahan selatan masih dijajah, Indonesia sudah memperjuangkan kemerdekaan secara penuh melalui senjata dan diplomasi. Perjuangan tersebut menjadikan diplomasi awal Republik Indonesia sebagai pedoman bagi negara lain dalam meraih kemerdekaan.
Pembicara menyoroti Pancasila sebagai landasan utama, khususnya sila gotong royong yang menjadi pandangan hidup masyarakat Indonesia dan sila Persatuan Indonesia yang menjadi dasar mempertahankan kedaulatan melalui diplomasi. Ia memaparkan landasan politik luar negeri Indonesia terdiri atas landasan ideologis Pancasila, landasan konstitusional Pembukaan UUD 1945, landasan struktural pasal-pasal UUD 1945, serta landasan operasional GBHN.
Dari perspektif ekonomi, Dr Anthony Budiawan mengkritisi pelemahan rupiah terhadap dolar dan mempertanyakan arah komando kebijakan ekonomi saat ini. Ia menekankan Pembukaan UUD 1945 sebagai sumber legitimasi tertingi yang memerintahkan penyusunan UUD berdasarkan Pancasila. Menurutnya, kebijakan ekonomi, termasuk perpajakan UMKM, PSN, dan UU IKN, harus bermuara pada memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial sebagaimana amanat konstitusi. Iws
Penulis : Syahrudin akbar







