slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan - JURNAL INVESTIGASI NEWS

HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan

Jakarta, jurnalisinvestigasinews.com – Institute of Energy and Development Studies (IEDS) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 melalui Seminar Nasional bertema “Membangun Tata Kelola Energi dan Sumber Daya Alam yang Konstitusional, Berkeadilan, dan Berkelanjutan” di Hall Utama GBN, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6).

Kegiatan yang dihadiri akademisi, praktisi, pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, media massa, dan generasi muda tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk membahas masa depan energi Indonesia di tengah tantangan krisis iklim, ketidakpastian geopolitik global, kebutuhan ketahanan energi nasional, serta percepatan transisi energi dunia.

Direktur Eksekutif IEDS, Rifqi Nuril Huda, menegaskan bahwa usia dua tahun IEDS merupakan momentum untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam membangun tata kelola energi dan sumber daya alam yang berpijak pada konstitusi, keadilan sosial, dan keberlanjutan.

“Dua tahun lalu IEDS lahir dari kegelisahan sekaligus harapan. Kegelisahan terhadap berbagai persoalan tata kelola energi dan sumber daya alam yang membutuhkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, serta harapan bahwa generasi muda Indonesia mampu menjadi bagian dari perumusan masa depan energi nasional yang berdaulat, adil, dan berkelanjutan,” ujar Rifqi.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, namun keberhasilan bangsa tidak ditentukan oleh besarnya cadangan energi dan sumber daya alam yang dimiliki, melainkan oleh kualitas tata kelola yang dijalankan.

“Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi kompas utama pembangunan energi Indonesia. Energi dan sumber daya alam bukan hanya instrumen ekonomi, tetapi juga instrumen kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, dan tanggung jawab antar generasi,” tegasnya.

Rifqi menambahkan bahwa pembangunan energi nasional tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi jangka pendek, melainkan harus memastikan hadirnya kepastian hukum, keadilan sosial, perlindungan lingkungan hidup, dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Baca Juga :  PP KAMMI Menggelar Pelantikan, Kenakan Syal Indonesia Palestina

Momentum HUT ke-2 IEDS semakin istimewa dengan kehadiran Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, sebagai keynote speaker yang menyampaikan pidato bertajuk “Konstitusi, Kedaulatan Energi, dan Masa Depan Tata Kelola Sumber Daya Alam Indonesia.”

Dalam paparannya, Prof. Arief Hidayat mengingatkan bahwa para pendiri bangsa sejak awal telah menempatkan sumber daya alam sebagai fondasi penting bagi kedaulatan dan kemakmuran Indonesia.

Ia mengutip pandangan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola dengan penuh kebijaksanaan dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurut Prof. Arief, Bung Karno juga mengingatkan bahwa apabila bangsa Indonesia belum memiliki kemampuan untuk mengelola suatu kekayaan alam secara mandiri, maka bangsa ini harus terlebih dahulu membangun ilmu pengetahuan, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengelola kekayaan tersebut secara mandiri demi kepentingan nasional.

“Pesan Bung Karno tersebut sangat relevan hingga hari ini. Energi dan sumber daya alam harus ditempatkan sebagai instrumen kedaulatan bangsa, bukan sekadar komoditas ekonomi,” ujar Prof. Arief.

Ia menegaskan bahwa amanat Pasal 33 UUD 1945 mengharuskan negara memastikan pengelolaan bumi, air, dan kekayaan alam dilakukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Karena itu, menurut Prof. Arief, tantangan besar Indonesia ke depan adalah menghadirkan tiga tujuan sekaligus dalam pembangunan energi nasional, yakni memperkuat kedaulatan negara, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

“Konstitusi tidak hanya menghendaki pertumbuhan ekonomi. Konstitusi menghendaki keadilan sosial, kemandirian bangsa, dan perlindungan terhadap hak generasi yang akan datang,” tegasnya.

Selain Prof. Arief Hidayat, seminar nasional ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar dari berbagai bidang.

Baca Juga :  Dirbinmas Polda Metro Jaya Gelar Seminar Kamtibmas

Dr. Kris Wijoyo Soepandji, S.H., M.P.P., Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Tata Negara, menjelaskan pentingnya ketahanan energi sebagai pilar strategis pertahanan dan kedaulatan nasional.

Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., IPM., ASEAN Eng., Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia, memaparkan arah kebijakan energi nasional menuju ketahanan dan kemandirian energi.

Sementara itu, Dr. Didik Sasono Setyadi, S.H., M.H., Ketua Umum Asosiasi Praktisi Hukum Migas dan Energi Terbarukan (APHMET), menguraikan strategi penguatan tata kelola hulu migas Indonesia di tengah dinamika geopolitik energi dunia.

Dari perspektif kemaritiman, Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar., Pengamat Maritim Indonesia dan anggota IKAL Lemhannas, menjelaskan pentingnya integrasi kebijakan energi, maritim, dan ekonomi kelautan dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Rifqi Nuril Huda menilai kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan bahwa isu energi dan sumber daya alam tidak dapat dipandang secara sektoral semata, melainkan harus dilihat sebagai isu strategis yang menyangkut hukum, ekonomi, pertahanan, lingkungan hidup, teknologi, hingga geopolitik internasional.

“Kami bersyukur karena pada usia yang kedua ini IEDS mendapatkan kepercayaan dari para tokoh bangsa untuk bersama-sama membangun ruang dialog yang produktif. Ini menunjukkan bahwa agenda mewujudkan tata kelola energi dan sumber daya alam yang konstitusional, berkeadilan, dan berkelanjutan adalah agenda bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa IEDS akan terus memperkuat perannya sebagai lembaga kajian independen yang mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan kedaulatan sumber daya alam Indonesia.

“Energi bukan hanya tentang kebutuhan hari ini. Energi adalah tentang masa depan bangsa. Karena itu, pengelolaan energi dan sumber daya alam harus dilakukan secara konstitusional, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tutup Rifqi Nuril Huda.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak
MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan
Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos
Universitas Paramadina Hadirkan Jusuf Kalla dalam Seminar Publik: Bahas Keterkaitan Politik dan Kebijakan Ekonomi di Tengah Dinamika Global
Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan
JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab
DPW PPP DKI Jakarta Dukung Program Pilah Sampah Pemprov DKI, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Infrastruktur Pendukung
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WIB

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:34 WIB

MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:36 WIB

Universitas Paramadina Hadirkan Jusuf Kalla dalam Seminar Publik: Bahas Keterkaitan Politik dan Kebijakan Ekonomi di Tengah Dinamika Global

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:09 WIB

Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Berita Terbaru