Bekasi jurnalisinvestigasinews.com — SDIT Gema Nurani bersama Quba Islamic School menggelar Kajian Keislaman bagi orang tua murid dengan tema “Membentuk Ibu yang Tangguh dalam Menyiapkan Pemimpin Sholeh dan Sholehah” di Masjid Raya Ulul Albaab, Bekasi, Rabu 06/05/2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, dr. Aisah Dahlan, yang dikenal sebagai dokter, praktisi neuroparenting, konsultan penanggulangan narkoba, serta clinical hypnotherapist.
Dalam paparannya, dr. Aisah Dahlan menegaskan bahwa peran ibu sangat menentukan dalam membentuk karakter anak sebagai calon pemimpin masa depan. Menurutnya, ketangguhan ibu tidak hanya diukur dari kesabaran, tetapi juga dari kemampuan memahami cara kerja otak, emosi, serta pola komunikasi dalam keluarga.
“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Apa yang ibu ucapkan dan lakukan akan direkam oleh otak anak dan menjadi fondasi kepribadiannya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya pendekatan neuroparenting dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Menurutnya, perkembangan anak saat ini sangat dipengaruhi oleh paparan teknologi, sehingga orang tua dituntut untuk terus memperbarui pola asuh yang relevan.
Selain aktif sebagai pembicara nasional, dr. Aisah Dahlan juga merupakan pendiri layanan kesehatan holistik Hobiis Rumah Sehat, yang menyediakan berbagai terapi seperti hipnoterapi, konseling, hingga terapi berbasis relaksasi. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek kesehatan mental, emosional, dan spiritual dalam kehidupan keluarga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang diselenggarakan oleh SDIT Gema Nurani dan Quba Islamic School dalam membangun ekosistem pendidikan yang menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada siswa, program ini juga menitikberatkan pada penguatan peran orang tua dalam mendidik anak.
Perwakilan sekolah menyampaikan bahwa kajian keislaman menjadi salah satu program unggulan yang secara konsisten menghadirkan narasumber kompeten dengan materi yang relevan terhadap tantangan keluarga masa kini.
“Keunggulan kami tidak hanya pada pendidikan akademik dan tahfiz, tetapi juga pada pembinaan orang tua. Kami ingin memastikan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah selaras dengan pola asuh di rumah,” ungkapnya.
Kajian berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Para orang tua memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi terkait pengasuhan, kesehatan mental anak, hingga dinamika hubungan dalam keluarga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu semakin memahami perannya sebagai pilar utama dalam mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara emosional, spiritual, dan berakhlak mulia.
Penulis : Syahrudin akbar







