JAKARTA jurnalisinvestigasinews.com – Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) menyoroti peran strategis Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebagai instrumen vital dalam peta jalan Jakarta menuju kota global. Dengan aset yang besar dan mandat pembangunan yang kompleks, Sarana Jaya dinilai memerlukan penguatan struktur kepemimpinan agar seluruh potensi bisnis dapat memberikan manfaat nyata bagi publik.
Ketua Umum MMT, Abid Zahid Fadillah, menegaskan bahwa fondasi bisnis Sarana Jaya yang telah terbangun kuat membutuhkan “nakhoda” yang lengkap serta tim dengan frekuensi kerja yang selaras.
Menurutnya, tantangan pembangunan Jakarta saat ini tidak lagi dapat dihadapi dengan pola kepemimpinan individual. Ia mendorong penguatan jajaran direksi guna menciptakan sistem kepemimpinan kolektif-kolegial yang lebih efektif.
“Sarana Jaya mengelola aset yang sangat besar. Untuk mengawal transparansi sekaligus mengejar target profitabilitas, perusahaan membutuhkan tim kepemimpinan yang solid dan utuh. Kehadiran jajaran direksi yang lengkap akan menutup celah inefisiensi dan memperkuat fungsi pengawasan internal,” ujar Abid dalam keterangannya, Minggu (12/04/2026).
Lebih lanjut, Abid menjelaskan bahwa penguatan struktur manajemen akan berdampak langsung pada kelincahan perusahaan dalam merespons dinamika sektor properti dan infrastruktur. Tim yang solid di tingkat direksi dinilai mampu menjadi motor penggerak inovasi, termasuk dalam skema pembiayaan yang lebih adaptif dan terukur.
“Kepemimpinan yang kuat adalah yang mampu membangun tim inklusif. Jika jajaran direksi lengkap dan kompak, maka pengambilan keputusan strategis—seperti optimalisasi aset dan pengembangan kawasan—dapat dilakukan lebih cepat dan akuntabel,” tambahnya.
MMT memandang bahwa penguatan kepemimpinan bukan sekadar aspek manajerial, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah Sarana Jaya sebagai BUMD yang bersih dan profesional. Dengan kepemimpinan yang solid, perusahaan diharapkan mampu menghadirkan terobosan dalam penyediaan hunian terjangkau bagi warga Jakarta, tanpa mengabaikan keberlanjutan bisnis.
“Kami dari kalangan mahasiswa menekankan pentingnya chemistry di pucuk pimpinan. Sarana Jaya harus bergerak seperti satu tubuh yang sehat. Dengan tim yang solid dan struktur kepemimpinan yang diperkuat, kami optimistis Sarana Jaya akan menjadi role model pembangunan urban yang transparan dan progresif di masa depan,” pungkas Abid.
Penulis : Syahrudin akbar







