Jakarta Barat, jurnalisinvestigasinews.com — Proyek galian kabel bawah tanah di Jalan Raya Kamal, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres—tepatnya di kawasan Tegal Alur—menuai keluhan keras dari warga dan pengguna jalan. Ketiadaan rambu pengaman seperti kerucut lalu lintas, galian yang dibiarkan terbuka, serta material tanah yang berserakan di badan jalan menyebabkan kemacetan parah dan membahayakan keselamatan. rabu 25/02/2026
Kemacetan panjang terpantau pada Senin (23/2/2026), mengular dari arah Dadap hingga ujung Jalan Tegal Alur. Penyempitan jalur akibat galian, ditambah jam sibuk pagi dan sore, membuat arus lalu lintas tersendat total. Kondisi makin riskan karena sebagian galian tanpa penutup memadai, sehingga tanah berceceran dan jalan menjadi licin saat cuaca berubah.
Raju (23), pemilik toko di sekitar lokasi, mengaku usahanya terpukul. “Omzet turun drastis sejak proyek ini berjalan. Pelanggan enggan mampir karena macet tepat di depan toko, akses masuk juga sulit,” ujarnya.
Warga mendesak pelaksana proyek segera membersihkan material sisa galian secara rutin, memasang rambu dan kerucut pengaman, serta memastikan penutupan galian sesuai standar keselamatan. Mereka juga meminta instansi terkait di Jakarta Barat meningkatkan pengawasan agar proyek tidak berlarut-larut dan dampak sosial–ekonomi masyarakat dapat diminimalkan.
Lokasi terdampak berada di Jalan Raya Kamal, wilayah Tegal Alur, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres.
Penulis : Muhammad Rizky
Editor : Syahrudin







