slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Wamendagri Bima Arya: Ekosistem Inovasi Daerah Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Wamendagri Bima Arya: Ekosistem Inovasi Daerah Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa kelembagaan ekosistem inovasi di tingkat daerah merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara maju pada 2045. Hal ini disampaikan Bima dalam acara Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 terkait Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah untuk Mendorong Daya Saing yang Berkelanjutan dan Inklusif di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

 

Bima mengatakan bahwa inovasi yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sekaligus mengoptimalkan bonus demografi. Ia optimistis, meskipun masih banyak daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas, penguatan ekosistem inovasi dapat membuka ruang-ruang pertumbuhan baru dan mendorong kemajuan daerah.

 

“Tugas kita sekalian adalah membangun ekosistem inovasi. Kepala daerah berganti, bupati pensiun, gubernur selesai, tapi inovasi sudah menjadi bagian dari kelembagaan atau terbangunnya ekosistem inovasi. Bicara ekosistem inovasi di situ ada riset, di situ ada regulasi, di situ ada pelembagaan, di situ ada aktor-aktor dan di situ ada pendanaan,” katanya.

Baca Juga :  Kasatpel DLH Jatinegara Tegas: Tidak Boleh Ada Pungli di TPS, Pelanggar Langsung Disanksi

 

Bima menyayangkan apabila inovasi hanya dijalankan demi meraih penghargaan tanpa memperhatikan kesinambungan program. Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melampaui pola kolaborasi biasa dan beralih ke pendekatan co-creation, di mana seluruh pemangku kepentingan terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

 

Ia lantas mendorong pembentukan “Rumah Inovasi Daerah” sebagai ruang bagi kampus, komunitas, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), serta dinas terkait untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.

 

“Inovasi bukan gimmick. Inovasi adalah fokus pada solusi. Inovasi harus ada nilai tambah. Inovasi harus terintegrasi pada sistem, bukan tempelan saja. Inovasi memberikan manfaat,” ujarnya.

Baca Juga :  Langkah Awal Rudy Susmanto Mulai Terlihat, Infrastruktur hingga Ekonomi Jadi Sorotan

 

Sebagai langkah konkret, Bima mengusulkan sejumlah terobosan yang dapat diimplementasikan para pihak. Upaya tersebut antara lain membangun blended finance untuk mendanai riset daerah, jalur fast track adopsi teknologi, hingga menjadikan inovasi sebagai indikator kinerja utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap BRIDA dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dapat berperan aktif sebagai driving force dalam memperkuat ekosistem riset di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

Inovasi yang melembaga merupakan mesin pertumbuhan yang tidak boleh padam meskipun kepemimpinan berganti. Bima mengingatkan para kepala daerah agar menjadikan berbagai indeks, termasuk IDSD, sebagai stimulan kebijakan yang nyata, bukan sekadar beban administratif.

 

Penulis : Muhammad Rizky

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak
Satpol PP Kecamatan Jatinegara Gelar Operasi Kamis Tertib Trotoar, Tertibkan PKL Hingga Parkir Liar
Universitas Paramadina Hadirkan Jusuf Kalla dalam Seminar Publik: Bahas Keterkaitan Politik dan Kebijakan Ekonomi di Tengah Dinamika Global
Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan
Paramadina Gelar KEP Edisi 42 Bahas Implementasi Pancasila & UUD 1945 di Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Kabinet Merah Putih
Gerakan Aktivis Jakarta Desak KPK Audit Total Yayasan SPPG dan Pejabat BGN Cegah Penyimpangan Anggaran Triliunan Rupiah
Anggota DPD RI Achmad Azran Gelar Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Wujud Nyata Keberpihakan pada Rakyat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WIB

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:14 WIB

Satpol PP Kecamatan Jatinegara Gelar Operasi Kamis Tertib Trotoar, Tertibkan PKL Hingga Parkir Liar

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:36 WIB

Universitas Paramadina Hadirkan Jusuf Kalla dalam Seminar Publik: Bahas Keterkaitan Politik dan Kebijakan Ekonomi di Tengah Dinamika Global

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:09 WIB

Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:02 WIB

HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan

Berita Terbaru