slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Pelanggaran Tata Ruang Terbukti, BBWS Balas Surat Aktivis Matahari soal Damar Langit. - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Pelanggaran Tata Ruang Terbukti, BBWS Balas Surat Aktivis Matahari soal Damar Langit.

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok  jurnalisinvestigasinews.com —Upaya pengawasan lingkungan yang dilakukan Aktivis Matahari Indonesia membuahkan hasil. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) secara resmi membalas surat pengaduan terkait bangunan Damar Langit yang berlokasi di Jalan Poncol, Kelurahan Tugu, dan menegaskan bahwa bangunan tersebut melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS).

 

Surat balasan BBWS bernomor BBWS PAO102/B/Bbws4/2026/41per tanggal 23 Januari 2026 tersebut menyatakan bahwa bangunan dimaksud tidak sesuai dengan ketentuan perlindungan wilayah sungai.

 

BBWS juga menegaskan akan menindaklanjuti pelanggaran tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Koordinator Aktivis Matahari Indonesia,

Zefferii, mengungkapkan bahwa respons BBWS menjadi bukti kuat bahwa laporan masyarakat dan aktivis lingkungan memiliki dasar hukum yang jelas.

Baca Juga :  Managemen PT.SRL-1 melepas Anak Didik Siswa-siswi Sekolah Taman Kanak-kanak Astari di Gedung Tenera

 

“Surat balasan ini menegaskan bahwa bangunan Damar Langit memang melanggar GSS. Artinya, ada pelanggaran tata ruang yang tidak bisa ditoleransi.

 

Saat ini bangunan tersebut sudah disegel oleh penegak Peraturan Daerah,” ungkap Zefferii.

 

Menurutnya, penyegelan yang dilakukan aparat penegak perda harus menjadi langkah awal, bukan akhir dari penegakan hukum.

 

Aktivis Matahari Indonesia menilai keberadaan bangunan di sempadan sungai berpotensi menimbulkan gangguan aliran sungai, kerusakan ekosistem, serta meningkatkan risiko bencana banjir.

 

Aktivis Matahari juga menyoroti lemahnya pengawasan sejak awal pembangunan hingga bangunan tersebut berdiri. Mereka mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan pengawasan tata ruang, khususnya di kawasan rawan dan lindung.

Baca Juga :  Mengapa Penegak Hukum Tak Pernah Panggil Bupati dan Kroninya Soal Dugaan Monopoli Proyek?

 

“Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti di penyegelan.

 

Harus ada langkah lanjutan berupa penertiban permanen dan pemulihan fungsi sempadan sungai. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas Zefferii.

 

Aktivis Matahari Indonesia memastikan akan terus mengawal proses tindak lanjut BBWS dan pemerintah daerah, serta membuka ruang partisipasi publik agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi di wilayah Depok ,Bogor dan sekitarnya.

Berita Terkait

Aspirasi Indonesia dan GNAI Bersatu Perangi Islamofobia Global
Babinsa Koramil 01/Jatinegara Evakuasi Warga Penderita Stroke Saat Banjir Rendam Kampung Melayu
Aksi Kecil Penuh Makna, Kanit Lantas Cengkareng Bantu Warga Berkebutuhan Khusus dengan Penuh Empati Di Traffic Light Cengkareng
Polres Bogor Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Penyuluhan Antisipasi Tawuran di RW 11 Tomang, Polres Jakbar Ajak Orang Tua Aktif Awasi Anak
Posyandu ILP Graha Kencana Jonggol Butuh Perhatian Pemerintah dan Pengembang
Satpol PP Tertibkan Bangunan di Lahan TPU Kebon Nanas Jatinegara
UHC Telah Dicapai, Saatnya Memperkuat Fondasi Kebijakan Kesehatan Cianjur
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:45 WIB

Aspirasi Indonesia dan GNAI Bersatu Perangi Islamofobia Global

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:00 WIB

Pelanggaran Tata Ruang Terbukti, BBWS Balas Surat Aktivis Matahari soal Damar Langit.

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:00 WIB

Babinsa Koramil 01/Jatinegara Evakuasi Warga Penderita Stroke Saat Banjir Rendam Kampung Melayu

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:40 WIB

Aksi Kecil Penuh Makna, Kanit Lantas Cengkareng Bantu Warga Berkebutuhan Khusus dengan Penuh Empati Di Traffic Light Cengkareng

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:07 WIB

Polres Bogor Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru