slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Oknum Guru SMK PGRI Di Kalideres Yang Di Duga Melecehkan Siswanya, Akhirnya Di Pecat - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Oknum Guru SMK PGRI Di Kalideres Yang Di Duga Melecehkan Siswanya, Akhirnya Di Pecat

Avatar

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- Seorang Oknum Guru sekolah swasta di Kalideres Jakarta Barat, yang di duga melakukan pelecehan terhadap siswinya akhirnya dipecat.

Kabar Pemecatan Oknum guru yang berinial O, berusia (62) tahun dari SMK PGRI 5 itu, disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Diding Wahyudin, Senin 10/3.

Diding menjelaskan, penomena yang memalukan nama baik dan citra guru itu, terjadi berawal dari laporan kepala sekolah ke Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat.Pihaknya yang menerima laporan kemudian bersama petugas PPAPP, langsung menindak lanjuti dan datang ke sekolah tersebut.

“Awalnya saya menerima laporan dari pihak sekolah, kemudian laporan dari pihak sekolah langsung kita tindak lanjuti dan mendatangi sekolah itu bersama petugas PPAPP dan petugas polisi.Kita langsung memanggil orang tua korban beserta korban. Setelah itu, kita tanya bagaimana kronologisnya.
Lalu kita buat laporan langsung ke Kepala Dinas Pendidikan dan Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto,” kata Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Diding Wahyudin.

Baca Juga :  Bangunan Liar Penuhi Pinggir Kali Rawa Lele , Lurah Kalideres Cuek

Diding juga menjelaskan apa yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, terkait masalah yang terjadi di SMK PGRI 5 Kalideres.
Pihaknya dari Sudin Pendidikan wilayah I Jakarta Barat, sudah melakukan upaya klarifikasi dan mediasi kepada para pihak yang bersangkutan.

” Tentunya kami mohon maaf, setelah dilakukan klarifikasi banyak siswa yang mengadukan hal serupa. Sesuai dengan permintaan orangtua, oknum guru berinisial O (62 tahun) agar diberhentikan, dan guru yang bersangkutan telah membuat surat pernyataan mengundurkan diri pada tanggal 25 Februari 2025. Kalau menurut pengakuan oknum guru honor itu dia hanya bercanda.Tapi Terlepas dari sengaja ataupun bercanda, perlu terus dilakukan pembinaan peningkatan pemahaman sikap dan perilaku guru kepada murid, agar menghindari hal-hal yang tidak pantas dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Gudang Di Jalan Daan Mogot Kalideres Terbakar, Dua Orang Mengalami Luka Luka

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI, Oman Rohman Rakinda, akan mendorong Komisi E DPRD DKI untuk mengundang Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta
“Saya akan minta rapat kerja Komisi E dengan Disdik khusus membahas ini, pencegahan pelecehan dan kekerasan,” ucap Oman, Sabtu (7/3/2025).

Menurut Oman, perlu ada gerakan masif yang melibatkan seluruh stakeholder untuk mencegah kekerasan, pelecehan, dan perundungan di sekolah. Oman meminta sekolah menjadikan siswa berdaya sehingga pelaku takut berbuat asusila..

Disdik harus menginisiasi kegiatan bimbingan dan edukasi kepada siswa agar bisa memahami potensi negatif, mengantisipasi, melaporkan sebelum pelecehan dan kekerasan terjadi,” ujarnya.

“Situasinya harus dibuat siswa kita berdaya sehingga pelaku takut untuk melakukan. Kalau tidak bisa dilakukan sendiri oleh guru BK, bisa kolaborasi dengan lembaga yang punya kompetensi,” katanya.(Leman/dt)

Berita Terkait

FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:28 WIB

FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Berita Terbaru