slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Kades Jamus Mranggen Demak Bantah Dugaan Mark Up Anggaran Proyek Desa - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Kades Jamus Mranggen Demak Bantah Dugaan Mark Up Anggaran Proyek Desa

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 14 Juni 2024 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demak, 14 Juni 2024 – Kepala Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Moh Rifai S.Sos, memberikan klarifikasi terkait dugaan mark up anggaran proyek desa yang berkembang di masyarakat. Rifai menegaskan bahwa tidak ada mark up anggaran dalam proyek-proyek desa yang sedang berjalan.

“Kami memastikan bahwa mark up anggaran tidak ada, karena proyek ini sudah dilakukan monitoring oleh pihak kecamatan maupun Dipermasdes. Sebelum dilaksanakan, perencanaan proyek ini juga sudah dikonsultasikan dengan pendamping desa dan telah diperiksa oleh Inspektorat,” jelas Rifai di kantor Kepala Desa Jamus.

Rifai menambahkan bahwa masyarakat juga dilibatkan dalam proyek-proyek tersebut dan tidak ada keluhan yang signifikan. “Masyarakat juga fine-fine saja ketika program-program pemerintahan desa dijalankan sesuai dengan yang sudah direncanakan dalam RKPDES. Sebelum disusun menjadi APBDES, ini sudah dimusyawarahkan dengan melibatkan tokoh masyarakat, DPD, RT, dan RW,” tandasnya.

Baca Juga :  Dini Hari….!!! Danramil dan Camat Cengkareng Berikan Surprise di HUT Bhayangkara Ke-76 Kepada Kapolsek Cengkareng

Dalam hal audit, Rifai mengungkapkan bahwa tidak ada temuan permasalahan. “Alhamdulillah, tidak ada temuan permasalahan dalam audit. Kami tidak melakukan mark up,” terangnya.

Rifai juga menyoroti pentingnya pelatihan dan pengawasan. “Dari pihak Inspektorat, kami sudah menjalankan pelatihan seperti GELAS DEWA (Gelar Pengawasan Desa Waskita), yang merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah dalam mendampingi Pemerintah Desa untuk mengurangi penyimpangan dana desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rifai menegaskan bahwa dalam pengelolaan dana desa, pihaknya selalu mengikuti petunjuk pelaksana dari Pemerintah Pusat. “Untuk transparansi, kami melibatkan masyarakat dan meminta BPD selaku mitra Pemdes untuk selalu mendampingi kami dalam pengawasan. Kami juga menyerahkan pelaksanaan kegiatan dana desa kepada pelaksana kegiatan yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

Baca Juga :  LSM LIPAN Segera Laporkan Kades Khepong Jaya Diduga Korupsi Anggaran Dana Ketahanan Pangan

Dengan penjelasan ini, Rifai berharap masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan dapat memahami proses pengelolaan anggaran desa yang sesuai dengan aturan dan pengawasan yang ketat.

Berita ini menyajikan tanggapan dari Kades Jamus secara lengkap dan jelas mengenai dugaan mark up anggaran, mencakup penjelasan tentang proses pengawasan, pelibatan masyarakat, dan hasil audit.

Vio Sari

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Berita Terbaru

Metropolitan

Taman Eco Park Tebet Jadi Favorit Warga Jakarta di Awal Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB