Jakarta- Terminal bus Kalideres Jakarta Barat, diam diam ternyata banyak perubahan. Selain terpampang gapura dipintu keluar dan masuk bus yang bertuliskan Selamat Datang Terminal Kalideres, dilokasi itu gedung pelayanan pembelian tiket juga tampak cantik setelah dilakukan revitalisasi.
Tampilan modern dan instagramable seakan menghiasi tempat yang menyediakan jasa perjalanan antar kota dan antar Provinsi (AKAP).
Terminal bus penumpang tipe A itu, kini dipimpin oleh seorang kepala terminal yakni Revi Zulkarnaen.
Namun sebelum Revi menjabat, rupanya terminal tersebut sempat dikepalai oleh dua orang.

Pasalnya, Terminal bus Kalideres melayani dua keberangkatan bus, yakni bus area Jawa dan Sumatera, serta bus untuk dalam kota.
“Terminal Kalideres difungsikan sejak 1985. Terminal Kalideres terdiri dari dua layanan. Ada layanan antar kota antar provinsi, ada layanan terminal dalam kota.
Nah kepala terminalnya ada dua, ada kepala terminal dalam kota dan kepala terminal antar kota. Namun pada 2019 tepatnya 1 Januari 2019 itu, Terminal Kalideres hanya menjadi satu kepala terminal,”kata Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen saat ditemui dikantornya Rabu 29/11.
Diputuskannya hal tersebut, lanjut Revi, didasarkan pada pertimbangan panjang dan keputusan dari UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Kendati begitu, meski hanya dikepalai oleh satu orang, namun pelayanan jasa Terminal Kalideres melingkupi keduanya.
“Jadi satu kepala tetap mengelola layanan bus dalam dan antar kota,” lanjutnya.
Revi mengungkap jika sejak 2019 itu dirinya langsung terpilih sebagai Kepala Terminal bus Kalideres hingga hari ini.
Sehingga dapat dikatakan bahwa Revi merupakan orang pertama yang mengepalai Terminal Kalideres dan mengelola dua layanan sekaligus.
Dalam kepemimpinannya itu, Revi bersama UPT Terminal membenahi potret usang Terminal Kalideres agar lebih menarik perhatian pengunjung, di akhir 2023 ini.
Yakni dengan pembenahan infrastruktuur serta revitalisasi loket-loket PO bus yang semula berjumlah 42 menjadi 52.
Selain itu,kata Revi, loket PO bus juga ditata sedemikian rupa sehingga menjadi lebih rapih nan estetik dengan nuansa putih keabu-abuan.
“Jadi awalnya bangunan-bangunan di Terminal Kalideres itu masih konvensional, jadi masih bangunan lama kiosnya, bangunan lama loketnya juga sehingga sarana prasarana masih terbatas.Jadi, kami harapkan dengan adanya bangunan baru saat ini yang lebih modern, pelayanan penumpang lebih bagus lagi, kemudian juga penumpang yang dilayani merasa lebih senang untuk menumpanginya karena lebih modern dari sebelumnya,” imbuh dia.
Diketahui, proses revitalisasi Terminal Kalideres yang diupayakan sejak Agustus 2023 kini sudah hampir selesai.
Rencananya, penumpang bakal menikmati layanan baru Terminal Kalideres pada awal Desember 2023 mendatang.
Sementara itu, terkait soal kenyamanan bagi para calon penumpang, saat menggunakan jasa terminal ini, lanjut Revi, pengelola terminal sudah berkordinasi dengan pihak Kepolisian, baik itu dari Polres Jakarta Barat, Polsek Kalideres maupun Pospol Terminal.
“Ini kita lakukan semaksimal mungkin untuk menciptakan rasa aman, nyaman bagi para calon penumpang yang menggunakan jasa terminal ini, “pungkasnya







