slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Bawaslu DKI Jakarta Kolaborasi dengan Praktisi Hukum DPN PERADI SAI. - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Bawaslu DKI Jakarta Kolaborasi dengan Praktisi Hukum DPN PERADI SAI.

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JurnalisInvestigasiNews.com –  Bawaslu DKI Jakarta terus mematangkan strategi menghadapi dinamika pemilu dengan menggandeng kalangan praktisi hukum melalui sinergi bersama DPN PERADI SAI. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat fondasi hukum dalam pengawasan pemilu yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

 

Pertemuan yang berlangsung di Golden Centrum, Jl. Majapahit No. 26 Blok H, Jakarta Pusat, pada Senin (20/4/2026) menjadi momentum penting dalam membangun kesepahaman antara pengawas pemilu dan praktisi hukum, khususnya dalam merespons potensi pelanggaran serta sengketa yang kian berkembang, baik di ruang konvensional maupun digital.

 

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu DKI Jakarta, Reki Putera Jaya, menegaskan bahwa pengawasan pemilu saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar administratif.

 

“Pemilu hari ini menghadirkan kompleksitas yang tinggi. Tidak cukup hanya mengawasi, tetapi juga harus mampu memastikan setiap proses memiliki kepastian hukum. Di sinilah peran strategis praktisi hukum menjadi sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Respon Cepat Benahi Saluran Amburadul, Warga Ucapkan Terimakasih Pada Walikota Dan Anggota DPRD DKI

 

Senada dengan itu, Koordinator Divisi Hukum dan Diklat Bawaslu DKI Jakarta, Sahroji, menekankan bahwa penguatan kapasitas hukum menjadi kunci dalam menjaga kualitas pencegahan dan pengawasan.

 

“Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperdalam perspektif hukum dalam pengawasan pemilu. Dengan begitu, setiap potensi pelanggaran dapat diantisipasi sejak dini dan ditangani secara profesional,” ungkap Reki Putera Jaya.

 

Dari sisi praktisi, DPN PERADI SAI melihat sinergi ini sebagai ruang kontribusi nyata advokat dalam menjaga demokrasi serta akan melibatkan DPC Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta barat, sehingga tahapan pemilu tetap berada di jalur hukum serta berkepastian hukum.

 

“Advokat tidak hanya berperan di ruang persidangan, tetapi juga dalam memastikan proses demokrasi berjalan adil dan transparan. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga integritas pemilu,” ujar perwakilan DPN PERADI SAI.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Langsa Ir. Said Mahdum Majid Tinjau Kondisi Jalan Nasional yang Ambles

 

Tak hanya berfokus pada penindakan, kerja sama ini juga menyasar aspek pencegahan melalui peningkatan literasi hukum masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi, pemahaman hukum menjadi bekal penting agar publik tidak mudah terjebak dalam pelanggaran maupun disinformasi.

 

Sinergi antara Bawaslu DKI Jakarta dan DPN PERADI SAI ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas demokrasi. Ke depan, kerja sama ini akan diperluas melalui berbagai program strategis, mulai dari penguatan kapasitas, pendampingan hukum, melakukan MOU, hingga edukasi publik yang lebih masif.

 

Dengan pendekatan yang lebih tajam dan kolaboratif, pengawasan pemilu diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan, tetapi juga mencegahnya sejak awal—menjadikan demokrasi tidak sekadar prosedur, melainkan proses yang berintegritas dan berkeadilan.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Berhasil Ringkus! Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pengemudi Ojol di Tangerang
JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak
MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan
UIA Gelar Penyuluhan Hukum dan Kesehatan: Bangun Generasi Cerdas Bebas narkoba 
Bawaslu DKI Jakarta Konsolidasi Demokrasi Bersama Mahasiswa, Siapkan Pengawasan Pemilu 2029
Kebebasan Pers Diuji, Jurnalis Dikeroyok Saat Konfirmasi Dugaan Penjualan Tramadol
Hakim Perintahkan Hapus Dakwaan di E-Berpadu, Tim Advokat Pertanyakan Integritas Penuntut
Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:32 WIB

Berhasil Ringkus! Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pengemudi Ojol di Tangerang

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WIB

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:34 WIB

MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:25 WIB

UIA Gelar Penyuluhan Hukum dan Kesehatan: Bangun Generasi Cerdas Bebas narkoba 

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:26 WIB

Bawaslu DKI Jakarta Konsolidasi Demokrasi Bersama Mahasiswa, Siapkan Pengawasan Pemilu 2029

Berita Terbaru