Palu,
Dalam Aksi massa Relawan Sangganipa yang di pimpin koordinator lapangan Rahmad Nawir, S.Sos, berjalan menuju kantor Polresta Palu , Sepanjang jalan Raden saleh sampai jalan Samratulangi tepatnya depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah Kota Palu , massa aksi terus meneriakan Yel Yel satu kali lagi, Korupsi bongkar begitu teriakan teriakan pendemo serentak
di depan Kantor Mapolresta Palu 28/01/2023.
puluhan pasukan dari Kepolisian tanpa berjaga jaga guna menjaga jaga hal hal yang tidak di inginkan, sejumlah Orator Relawan Sangganipa di antara nya Fajar Riandana, SE, Irfan Abd Azis,S.Sos, termasuk Ketua Relawan Sangganipa Irfan Denny Pontoh, S.Sos secara bergantian menyampaikan pandanga atau aspirasi nya.
Dalam kesempatan itu ,Fajar Riandana, SE selaku wakil koordinator lapangan membacakan pernyataan sikap relawan Sangganipa yang memberikan 3 ( tiga ) opsi tuntutan utama yaitu,
Pertama, Mendukung Profesional Institusi Polri untuk tangani dugaan korupsi di KPRI Usaha Mandiri Kota Palu Tahun 2016 – 2018.
Kedua, Mengutuk keras prilaku oknum Politisi yang diduga telah melindungi terduga pelaku korupsi di KPRI Usaha Mandiri.
Ke Tiga, Meminta Gubernur Sulawesi Tengah menonaktifkan dan mempertimbangkan kembali pelantikan pejabat Pemprov yang di duga terlibat Korupsi di KPRI Usaha Mandiri.
Orator lain nya, Irfan Abd Azis ,S.Sos menegaskan, aksi yang di gelar relawan Sangganipa ingin memastikan agar Gubernur Sulawesi Tengah H.Rusdy Mastura sukses memimpin SulawesinTengah tanpa gangguan dari oknum pejabat yang lagi bermasalah secara Hukum.
kami hanya ingin memastikan orang tua kita Bapak H.Rusdy Mastura dapat bekerja dengan baik, tanpa harus di bebani dengan benalu yang mengganggu kosentrasi beliau dalam bekerja kata Irfan Abd Azis.
Sementara Ketua Relawan Sangganipa Irfan Denny Pontoh, S.Sos dalam orasi nya menegaskan, terkait keberadaan Relawan sangganipa yang di pimpin nya, menurut nya relawan Sangganipa hadir memberikan perhatian secara serius terhadap dugaan korupsi dana penyertaan modal iuran korpri yang di kelola KPRI Usaha Mandiri Kota Palu, karena di duga melibatkan oknum pejabat pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah.
Karena di duga melibatkan oknum pejabat Pemprov, kami tidak ingin problem Hukum ini membebani Orang tua kita Bung Cudi ( H. Rusdy Mastura.) sebagai Gubernur Sulteng, dan relawan Sangganipa tidak mau oknum pejabat Pemprov itu jika menempati jabatan strategis ,justru lebih sibuk mengurusi persoalan Hukum nya.
dan sudah pasti itu akan mempengaruhi upaya pencapaian Visi Daerah Sulteng meju dan sejahtera tegas Irfan Denny Pontoh, S.Sos di depan massa aksi, dari sejumlah aparat Kepolisian tanpa berjaga jaga.
Karena nya Irfan Denny Pontoh,S.Sos penekan pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan korupsi itu lebih lebih alat buktinya sudah terpenuhi sesuai dengan ketentuan 181 ayat 4 KUHP alat buktinya
sesuai ketentuan KUHP dan dukumen laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Palu dan pihak penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi ucap Irfan Denny Pontoh,S.Sos.
Irfan Denny Pontoh dalam orasi nya juga menyampaikan, Relawan Sangganipa akan memposisikan diri menjadi mitra
Kepolisian untuk melawan prilaku politisi yg gemar ikut campur dalam proses penegakan hukum.
Institusi Polri itu memiliki integritas ,dan prof
esionalitasnya harus dijaga bersama.
Karnanya mari sama sama kita lawan prilaku politisi yang suka ikut campur dengan urusan dan kewenangan APH ,tegasnya.
Hal yang sama lima perwakilan relawan sangganipa diterima oleh sejumlah pejabat Polresta Palu,antara lain Kabag OPS Kompol Romy Gafur,Kasak Reskrim AKP Ferdinand.E.Numbery dan Kasat Intelkam AKP, Hesky Supit bertempat diruang rapat Mapolresta Palu.
Kepada perwakilan relawan Sangganipa,Kasat Reskrim Polresta Palu AKP, Ferdinand.E.Numbery ,menegaskan terkait dugaan korupsi di KPRI Usaha Mandiri kota palu, pihaknya telah memeriksa sejumlah pihak,dan saat ini pihaknya akan megagendakan pemeriksaan kepihak lainya termaksud melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen terkait perkara tersebut.
Kata AKP, Ferdinand E. Numbery.
Lanjutnya,perkara ini masih dalam proses,dan diagendakan kami akan memeriksa lagi sejumlah pihak termaksud lakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen,setelah itu baru akan diundang pihak yang diduga tetlibat dalam perkara tersebut, tutur AKP Ferdinand E,Numbery.
Usai menyampaikan aspirasinya, massa aksi atas intruksi ketua relawan Sangganipa kemudian membubarkan dirinya dengan tertip, dengan menegaskan akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas (Tim).







