slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Jika Tuntutan Tidak Diindahkan, Aliansi Masyarakat Adat Saireri Bali Jawa Akan Melakukan Unjuk Rasa Dengan Kekuatan Penuh di Komisi II DPR RI dan Kemendagri - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Jika Tuntutan Tidak Diindahkan, Aliansi Masyarakat Adat Saireri Bali Jawa Akan Melakukan Unjuk Rasa Dengan Kekuatan Penuh di Komisi II DPR RI dan Kemendagri

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta —Jurnalis Investigasi News. Com– Aliansi masyarakat Saireri melakukan demonstrasi di depan Kantor DPR/MPR/DPD RI di Senayan Jakarta dilakukan secara humanis, damai dan kondusif. Aliansi masyarakat Adat Saireri menyampaikan beberapa tuntutan kepada DPR RI yakni :

  1. Mempertanyakan terkait status DOB Provinsi Kep. Papua Utara
  2. Meminta DPR RI agar memberikan penjelasan serta alasan mengapa tertundanya pengesahan DOB Provinsi Kep. Papua Utara
  3. Mengapa DOB Provinsi Kep. Papua Utara tidak disetujui dan menjadi korban karena alasan kekurangan fiskal negara sementara DOB lainnya disetujui? Wujudkan keadilan sosial, kesetaraan dan kesejahteraan.
  4. Seluruh prasyarat DOB Prov. Kepulauan Papua Utara sudah lengkap dan terpenuhi serta kesiapan SDM unggul putra-putri Saireri sudah siap. Mengapa DOB Kep. Papua Utara dibatalkan?

Tokoh Masyarakat Adat Saireri dan Korlap Aksi Marthen Benny Maran menegaskan bahwa masyarakat wilayah Adat Saireri memiliki hak yang sama, sejajar dan setara seperti DOB lainnya. Masyarakat Saireri kehilangan kepercayaan dan simpati terhadap Wakil Rakyat di DPR RI.

“Bila DPR RI menggunakan hak inisiatif untuk melakukan keputusan yang bersifat pilih kasih dan tebang pilih hanya tiga DOB saja yang disetujui, maka masyarakat di wilayah Adat Saireri meminta kepada Kepala Negara Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatif untuk menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mengesahkan DOB Provinsi Kep. Papua Utara sebagai wujud demokrasi yang berkeadilan, sama, setara dan sejajar,” ujarnya di DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (29/06/2022).

Baca Juga :  Muhammad Zakwan Mubarok, Menyabet Juara 1 Kategori Jurus Tjingkrik Betawi

Diduga Pemerintah Pusat dan DPR RI telah mencederai amanat konstitusi melalui UU Otsus Nomor 2 Tahun 2021 tentang hak konstitusi masyarakat yang berada di tujuh wilayah Adat di Papua.

Mengingat wilayah Adat Saireri dipergunakan sebagai Pangkalan Militer Indonesia di Pasifik untuk keamanan dan pertahanan negara. Tanah dan wilayah kami dipakai oleh negara, lalu mengapa kami mengalami diskriminasi terkait pembagian DOB. Jika Saireri atau Papua Utara tidak menjadi provinsi, maka kami meminta agar segera menarik semua kekuatan Pangkalan Militer di Wilayah Adat Saireri.

Padahal, ketika wilayah lain menolak Otonomi Khusus jilid II, wilayah Adat Saireri menyatakan menerima Otonomi Khusus jilid II dengan kesepakatan bahwa apabila Otonomi Khusus jilid II dilaksanakan maka Saireri menjadi Daerah Otonomi Baru atau menjadi Provinsi Kep. Papua Utara. Sehingga, kami masyarakat Adat Saireri menganulir ada inkonsistensi Pemerintah Pusat dan Mendagri tidak konsisten, tidak adil dan tidak komitmen.

Baca Juga :  Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI Dimulai

Masyarakat wilayah Adat Saireri menyatakan, menegaskan dan mendukung Otonomi Khusus jilid II, bilamana aspirasi kami tidak diindahkan dan dipertimbangkan maka kami memastikan bahwa Saireri akan menjadi wilayah yang akan keluar dari NKRI dan selanjutnya menjadi daerah awal pergerakan organisasi Papua merdeka sebagai bentuk kekecewaan atas sikap dan keputusan dan tidak komitmennya Mendagri dan DPR RI terhadap dukungan kepada kami untuk menjadi bagian dari teritorial wilayah NKRI.

Bapak Presiden Jokowi dan DPR RI, Menteri Dalam Negeri Kami datang bukan meminta untuk merdeka, referendum atau keluar dari NKRI. Kami datang meminta Daerah Otonomi Baru (DOB) sesuai UU Otsus No. 2 Tahun 2021.

Mendagri Tito Carnavian yang merupakan Mantan Mapolda Papua mengenal betul tentang wilayah Adat Saireri, namun entah mengapa Mendagri tidak menyetujui Saireri menjadi provinsi sendiri.

Beberapa saat berlangsungnya aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Saireri diterima oleh Humas Sekjen DPR RI. Tokoh Masyarakat Wilayah Adat Saireri Marthen Benny Maran mengapresiasi respon dari Humas Sekjen DPR RI dan meminta segera untuk dipertemukan dengan Komisi II DPR RI dan Mendagri Tito Carnavian, ungkapnya.

𝙍𝙝𝙖𝙢/𝙍𝙚𝙙

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙈𝙞𝙤,𝙄

Berita Terkait

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:44 WIB

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:28 WIB

FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Berita Terbaru

Kebijakan publik

JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:27 WIB