DEPOK jurnalisinvestigasinews.com – Keberadaan Masjid Agung Jatijajar yang berdiri megah dengan nilai pembangunan mencapai Rp33 miliar kini menuai sorotan. Bangunan yang berada di kawasan Terminal Jatijajar, Jalan Raya Bogor, dinilai belum diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang memadai.
Aktivis dari Matahari Indonesia, Zefferi, melontarkan kritik usai melakukan pantauan langsung di lokasi. Ia menemukan adanya tumpukan sampah di area depan masjid, bahkan di sekitar aliran air yang seharusnya terjaga kebersihannya.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Masjid ini dibangun dengan anggaran besar dan memiliki nilai estetika tinggi sebagai tempat ibadah, namun di depannya justru terdapat tumpukan sampah yang tidak sedap dipandang,” ujar zefferi. Dalam keterangan senin 30/03/2026
Menurut Zefferi, kondisi tersebut tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta mencemari aliran air di sekitar kawasan. Hal ini dinilai bertentangan dengan nilai kebersihan yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan tempat ibadah.
Ia menegaskan, persoalan ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pengelola kawasan. Diperlukan langkah cepat dan konkret untuk membersihkan area tersebut sekaligus memastikan pengelolaan sampah berjalan secara berkelanjutan.
“Jangan sampai nilai pembangunan yang besar tidak diimbangi dengan perawatan lingkungan. Ini menyangkut kenyamanan jamaah sekaligus citra daerah,” tegasnya.
Zefferi juga mendorong adanya kesadaran kolektif, baik dari masyarakat maupun instansi terkait, untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar masjid agar tetap layak, bersih, dan nyaman sebagai pusat ibadah serta aktivitas sosial.
Penulis : Syahrudin akbar







