Bandar Lampung — Jurnalis Investigasi News.com —
UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional ( BRIN ) dan Yayasan Terbang Indonesia ( FLIGHT ) menyelenggarakan festival aren yang merupakan salah satu agenda festival wisata hutan Lampung Tahun 2022, dalam festival aren ini dilakukan kegiatan seminar Aren serta pameran produk aren.
Kamis,( 22 / 07 / 2022 ).
Festival aren ini diikuti 100 peserta terdiri dari 17 KPH pada Dinas Kehutanan Propinsi Lampung beserta KTHnya yang mempunyai potensi produk aren dan dihadiri juga oleh mitra kerja Tahura War : Unila,Itera,Polinela,Flight dan Walhi.
Tujuan dari festival aren ini adalah mengedukasi petani tentang diversifikasi produk aren untuk meningkatkan nilai nira aren, pemasaran dan
sistem Budi daya aren.
Seminar aren yang dipandu oleh Rini Nurindarwati S.Hut.MP dengan Nara Sumber dari BRIN Prof Budi Laksono, Dr Wirnarni, Mb Mimi Salmnah, M For SC, Mb Anita Aprilia Dwi Rahayu, Mp Sc&Mgt menyampaikan mentari pengolahan Bioethanol dan nira aren, pemasaran
Produk dari aren dan teknik silvikultur aren.
selain seminar aren dilaksanakan juga pameran produk aren yang dibawa peserta kelompok tani berupa gula aren cetak, gula aren cair, gula aren semut, gula aren jahe dll.

Dalam sambutannya kepala Dinas Kehutanan Ir Yayan Ruchyansyah M.Si., menyambut baik kegiatan festival aren yang diselenggarakan Tahura War bekerja sama dengan BRIN dan FLIGHT
beliau menyampaikan juga bahwa tanaman aren merupakan tanaman asli indonesia, yang bisa tumbuh liar dipinggir sungai. tumbuhan aren merupakan salah satu tanaman konservasi yang bermanfaat sebagai penyimpan air dan mampu menjaga kelembapan tanah, buah aren juga sangat disukai hewan terutama musang yang kemudian musang ini akan menyebar luaskan melalui kotorannya dan akhirnya aren ini tumbuh tumbuh diseluruh hutan Lampung. kedepan aren ini harus dibudidayakan dalam semua kegiatan penanaman dihutan harus disertakan aren sebagai tanaman sela pada agroforestri maupun pembatas areal garap kelompok yang kemudian hasilnya dikelola oleh kelompok diversifikasi produk aren sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian petani hutan Lampung.
Pungkasnya.
Pewarta : P.Tambunan / Red.







