Jakarta- Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Neneng Hasanah, menegaskan bahwa persoalan banjir yang terjadi di Jakarta saat ini harus menjadi perhatian utama bagj Pemprov DKI Jakarta.
“Apalagi sudah sangat jelas bahwa setiap awal tahun, curah hujan mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Jakarta pun selalu menjadi langganan banjir,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan.
Neneng Hasanah menekankan bahwa dengan kondisi Jakarta yang kerap dilanda banjir, seharusnya Pemprov dan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air (SDA), melakukan langkah-langkah antisipatif yang lebih konkret.
“Segala upaya yang berkaitan dengan penanggulangan banjir seharusnya sudah disiapkan sebelum musim hujan tiba.
Bukan malah saat curah hujan tinggi dan banjir terjadi, barulah Pemprov bertindak secara terburu-buru,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inad Luciawati mengatakan, lambannya penanganan dalam perawatan dan pemeliaraan sejumlah kali dan saluran saluran air itu merupakan kegagalan dari kinerja Kepala Dinas SDA dan Kasudin SDA Jakarta Barat, dalam hal mengantisipasi banjir.
Inad mendesak PJ Gubernur DKI Jakarta agar melakukan evaluasi kepada PLT Kepala Dinas SDA dan Kasudin SDA Jakarta Barat.
Menurut Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, banjir yang terjadi di wilayah Jakarta Barat, merupakan lemahnya kinerja PLT Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI, Jakarta Ika Agustin dan Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari dalam pengawasan dan perawatan serta dalam menanggapi soal aspirasi warga didalam masalah saluran saluran air maupun kali yang ada diwilayah Jakarta Barat.
“Persolan Banjir yang kerap terjadi pada sejumlah wilayah Jakarta Barat itu, ya kami menilai PLT Kepala Dinas SDA maupun Kasudin SDA Jakarta Barat gagal dalam mengantisipasi persoalan banjir.Jadi, kami minta pada Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyadi agar dapat mengevaluasi PLT Kepala Dinas SDA, Ika Agustin dan Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti,”kata Inad Luciawati dalam pesan singkatnya, Jumat 31/1.
Seharusnya Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dan Kepala Suku Dinas Jakarta Barat, , kata Inad, kedua pejabat itu dari jauh hari sudah mempersiapkan dalam hal melakukan antisipasi banjir. soal perawatan dan pemeliharaan terhadap sejumlah saluran air dan kali diwilayah Jakarta Barat.
“Seharusnya jauh jauh hari sebelum musim hujan, Kadis SDA dan Sudin SDA, sudah melakukan pengerukan kali atau sungai dan saluran saluran air di seluruh wilayah Jakarta Barat, dan juga dalam rangka meningkatkan kapasitas untuk menampung air. Karena debit atau volume air hujan yang tinggi terjadi bukan kali ini saja, di Tahun 2020 juga hujan turun dengan intensitas tinggi, seperti kemarin juga sudah terjadi.Nah seperti kapasitas pompa yang tersedia apakah itu sudah memadai. Seharusnya persoalan pembenahan dalam antisipasi banjir ini dari jauh hari sudah disiapkan, apalagi inu menghadapi musim penghujan ,” ujarnya.
Di jelaskan Inad, banjir yang terjadi diwilayah Jakarta Barat, dampak sungai meluap karena kali banyak endapan lumpur yang belum dikeruk, serta sejumlah saluran saluran penghubung dan saluran lingkungan yang kurang perawatan.
“Jadi, selama 5 tahun dari 2020 sampai 2025, apa yang dilakukan oleh Dinas SDA maupun Sudin SDA Jakarta Barat, ya kami menilai itu lamban, dan ini perlu di evaluasi supaya kedepannya bisa lebih baik kinerjanya dalam mengantisipasi persoalan banjir, “ujarnya. (Leman)







