BANDUNG, jurnalisinvestigasinews.com – Pabrik es batu yang berlokasi di kawasan Panyileukan, Kota Bandung mengalami kebocoran gas amonia pada Kamis (16/10/2025) sore. Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan sekitar 50 karyawan yang sedang bekerja, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Diketahui, Gas amonia (𝑁𝐻3) adalah gas anorganik tidak berwarna, mudah larut dalam air, dan memiliki bau menyengat serta bersifat mengiritasi. Senyawa ini secara alami ditemukan di udara, tanah, dan air, serta diproduksi oleh tubuh manusia dan bakteri dari penguraian bahan organik. Amonia memiliki banyak kegunaan, tetapi juga beracun dan membahayakan bagi kesehatan hingga ancaman kematian.
Kabid Pemadaman DPMKP Kota Bandung, Leonard, menyatakan dari total sekitar 50 karyawan tiga orang sempat terjebak, namun setelah dilakukan penyisiran seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri.
“Ada sekitar 50 karyawan yang setelah kejadian ledakan itu langsung melarikan diri, cuma ada 3 orang yang belum terdeteksi, begitu kami cek ternyata sudah melakukan evakuasi mandiri, dan kondisi seluruh karyawan dalam keadaan aman,” ujar Leonard.

“Dan tidak terjadi ledakan, karena tidak ada percikan api, tapi hanya bentuk ledakan pressure dari tabung gas amonia. Sekarang kita sudah melakukan penindakan penutupan valve dan pengecekan ulang, karena dampak dari gas amonia kurang lebih satu jam setelah kejadian. Kami tadi pukul 18.00 sudah selesai menangani, ” imbuhnya.
Sekedar informasi, gas amonia merupakan senyawa kimia yang berbahaya jika terhirup dalam jumlah besar. Paparan gas ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, tenggorokan, hingga gangguan pernapasan serius. (*)







