slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Kurir Paket di Wilayah Tanon Dibekuk Satreskrim Polres Sragen, Ternyata Usai Cabuli Bocah - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Kurir Paket di Wilayah Tanon Dibekuk Satreskrim Polres Sragen, Ternyata Usai Cabuli Bocah

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 3 Agustus 2022 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLRES SRAGEN – Jurnalis Investigasi news.com– Polres Sragen menangkap pelaku kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur.
Pelaku yang kesehariannya sebagai pengantar atau kurir paket itu sempat mencabuli seorang bocah berusia 9 tahun, saat mengirim paket di wilayah Tanon, tepatnya di samping masjid Darul Kudus Desa Jono Kecamatan Tanon.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama dalam keterangan persnya dihadapan wartawan mengatakan, “ Pelaku kesehariannya bekerja sebagai kurir JNT Kargo di Sragen, bernama Ahmad Ismail (27) warga Dukuh Brumbung Rt 12, Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, “

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan, “ saat mengantar paket, tersangka seorang pedofil itu melihat dua anak perempuan sedang bermain, kemudian dengan modus bertanya alamat atas barang yang akan dia kirimkan, tersangka mulai berinteraksi dengan kedua anak tersebut, “ katanya.

“Si anak diajak ngobrol dan ditanya alamat, karena si anak masih kecil sehingga dia tidak bisa menjawab, hanya diam. Salah satu anak kemudian diajak minggir, dan salah satu anak lainnya lari. Dari situlah, tersangka kemudian melakukan perbuatan yang tidak senonoh, melakukan perbuatan cabul terhadapnya, hingga si anak menangis, “ tambah Kapolres.

Baca Juga :  Cekcok Berujung Maut, Suami di Kebon Jeruk Tega Bunuh Istri sendiri

Perbuatan cabul terhadap anak tersebut terungkap, setelah polisi mendapatkan laporan dari orang tua korban, dan menyelidiki perkara ini melalui rekaman CCTV dilokasi kejadian.

Kasus itu sendiri terjadi pada 8 Juli 2022 lalu, di sebelah masjid Darul Kudus di Dukuh Jono Desa Jono kecamatan Tanon Sragen.

“ Kasus pencabulan terhadap anak berusia sembilan tahun tersebut terungkap setelah Polsek Sumberlawang mendapatkan laporan dari orang tua korban, selanjutnya melakukan penyelidikan bersama team Resmob Sat Reskrim Polres Sragen ditempat kejadian. Di tempat kejadian itu, kemudian petugas memperoleh petunjuk dari sebuah rekaman vidio CCTV, “ terangnya.

Baca Juga :  Dibegal OTK, Warga Aceh Timur Alami Luka Bacok Dan Sepmor Hilang

Kapolres menguraikan, dari rekaman CCTV yang didalami petugas itu, nampak pelaku mengendarai sepeda motor, menggunakan jaket serta membawa barang layaknya seorang kurir paket. Dari rekaman CCTV itu pula, petugas mengetahui perilaku tersangka saat melakukan pencabulan terhadap korban hingga korban menangis.

“Saat korban menangis itulah, tersangka mulai panik dan meninggalkan korban, dengan masih membawa celana dalam korban yang sempat di kantongi tersangka saat melancarkan aksinya melakukan perbuatan cabul terhadap anak, “ pungkas Kapolres

Dari penyelidikan terhadap rekaman CCTV, sehingga perkara ini berhasil kita ungkap, tersangkanya berhasil kita tangkap, barangbukti juga sudah kita amankan. Dan terhadap tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 Jo 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(Vio Sari/Humas)

Red :: Rhamdan

Berita Terkait

Brimob Metro Jaya Temukan Dua Motor Tanpa Surat Lengkap Saat Patroli Malam di Jakarta Timur
Muhamad Rizki Resmi Diangkat Menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Jurnalis Investigasi News
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Gelar Jaga Jakarta On The Spot di TPU Prumpung
Kejari Jaktim Percepat Penyidikan, Tersangka DER Resmi Ditahan
Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan
Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:11 WIB

Brimob Metro Jaya Temukan Dua Motor Tanpa Surat Lengkap Saat Patroli Malam di Jakarta Timur

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:49 WIB

Muhamad Rizki Resmi Diangkat Menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Jurnalis Investigasi News

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:06 WIB

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Gelar Jaga Jakarta On The Spot di TPU Prumpung

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:54 WIB

Kejari Jaktim Percepat Penyidikan, Tersangka DER Resmi Ditahan

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:03 WIB

Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

Kebijakan publik

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:20 WIB