Denpasar Bali – Jurnalis Investigasi news.com– Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmaja SE didampingi Skertaris I.Wayan Wirawan S.Sos ,M.s.i dan para Kabid juga Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Bali I.Made Arka,S.pd M.pd menerima kunjungan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota adm Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Provinsi Denpasar Bali Selasa (23/8/2022).

Kepala suku Badan Kesbangpol kota adm Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta Moh Matsani bersama Kasubid Bidang Bina Ideologi dan politik Jan Kristian Saragih sekaligus Pimpinan rombongan FPK Kota Adm Jakarta Barat Provinsi Dki Jakarta M.Ichsan mengatakan, “ rombongan yang berjumlah 19 orang berkunjung ke Bali bertujuan untuk belajar, berbagi informasi dan pengalaman di bidang Pembauran Kebangsaan, karena kota Denpasar Bali terlihat sangat kondusif dengan adanya FPK.” ucapnya .
Karena Denpasar Bali di juluki sebagai “Parijs Van Bally atau Paris nya Bali yang merupakan ikon dan pintu gerbang para wisata domestik dan internasional di Pulau Dewata.Keunikan merefleksikan Bali sebagai destinasi wisata yang ekonomis adalah salah satu kota yang ada di Provinsi Bali merupakan ibu kota provinsi Bali , luas kota Denpasar secara astronomis terletak pada posisi dengan jumlah penduduk kurang lebih 4,027 (Empat juta Dua Puluh Tujuh jiwa) . terdiri dari berbagai etnis, tambah M.Ichsan

Kegiatan kunjungan kerja FPK Kota adm Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta ini diterima dengan hangat oleh Kaban Kesbangpol kota Denpasar Bali para Kabid dan pengurus FPK kota Denpasar Bali.
Forum Pembauran Kebangsaan yang selanjutnya disebut FPK adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.
Pada kesempatan yang sama, ketua FPK kota adm Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta M.Ichsan menyampaikan, Penyelenggaraan pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku, dan etnis masing-masing dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.”ucapnya.
𝗥𝗵𝗮𝗺𝗱𝗮𝗻/𝗥𝗲𝗱
𝗣𝗲𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀 — 𝗟𝘂𝘁𝗳𝗶𝗵







