slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com  – Keakuratan dan transparansi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi sorotan setelah seorang warga bernama Ade Famor menemukan kejanggalan pada data pribadinya saat melakukan pengecekan melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos).

 

Saat mengakses laman pengecekan bantuan sosial, Ade mengaku mendapati kolom tingkat kesejahteraan atau desil yang seharusnya menjadi dasar penentuan penerima bantuan sosial justru tidak terisi. Padahal, data desil merupakan indikator utama yang digunakan pemerintah dalam menetapkan kelayakan penerima berbagai program bantuan sosial.

 

“Saya cek langsung di situs resmi Kemensos dan kolom desil atas nama saya kosong. Tidak ada angka desil sama sekali. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar Ade Famor kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

 

Kondisi tersebut membuatnya semakin mempertanyakan validitas data DTSEN, mengingat selama ini dirinya mengaku belum pernah menerima bantuan sosial apa pun, baik Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun program bantuan pemerintah lainnya.

Baca Juga :  Proyek Buang - Buang Anggaran Di Dinas PUPR Kota Tangerang di pertanyakan masyarakat cipondoh

 

“Selama ini saya belum pernah mendapatkan bantuan apa pun. Sekarang setelah dicek, datanya justru tidak lengkap. Apakah data saya tidak terverifikasi, terlewatkan, atau memang ada masalah dalam sistem pendataan?” katanya.

 

Sebagaimana diketahui, DTSEN merupakan basis data nasional yang digunakan pemerintah sebagai acuan tunggal dalam penyaluran bantuan sosial. Dalam sistem tersebut, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Kelompok Desil 1 hingga Desil 4 umumnya menjadi prioritas penerima berbagai program perlindungan sosial.

 

Kosongnya data desil pada sistem resmi Kemensos memunculkan kekhawatiran mengenai potensi warga yang berhak menerima bantuan justru tidak terakomodasi akibat persoalan administrasi maupun ketidaklengkapan data.

Baca Juga :  Sandiaga Ucapkan Apresiasi Yang Tinggi Untuk Polda NTB, Jalanan Steril Saat Ironman 70.3 Lombok

 

Menurut Ade, jika kondisi serupa dialami banyak warga lainnya, maka hal tersebut dapat berdampak pada ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

 

Ia pun mendesak Kemensos dan pihak terkait untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab tidak munculnya data desil pada sistem DTSEN, sekaligus memastikan adanya mekanisme perbaikan bagi warga yang mengalami persoalan serupa.

 

“Kami hanya ingin kepastian. Kalau memang ada kekeliruan data, segera diperbaiki. Kalau ada persyaratan yang belum terpenuhi, sampaikan secara jelas kepada masyarakat. Jangan sampai hak warga hilang hanya karena data yang tidak jelas,” tegasnya.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis
Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan
Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan
Presidium Pemuda Indonesia Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M
‎Ahmad Alfan Sah Jadi Ketua Pk Kecamatan Sindang Jaya Partai Golongan Karya Kabupaten Tangerang
Media Lensa Polri Resmikan Kantor Baru, Tegaskan Komitmen Menjadi Media Profesional dan Independen
KPBI Dorong Kedaulatan Ekonomi Nasional Melalui Hilirisasi dan Penguatan Kawasan Selat Malaka
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Data Desil DTSEN Kosong, Warga Pertanyakan Transparansi Kemensos dalam Penyaluran Bansos

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:20 WIB

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:09 WIB

Technical Officer DKI dan OMS DKI Dorong Optimalisasi Implementasi Kontrak Sosial untuk Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:02 WIB

HUT Ke-2 IEDS, Rifqi Serukan Tata Kelola SDA Berkeadilan

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:03 WIB

Kongres III KPBI Resmi Dibuka, Soroti Perlindungan Buruh dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

Kebijakan publik

Nanik Deyang dan Ujian Menjaga Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:20 WIB