Jakarta Barat, jurnalisinvestigasinews.com – Persoalan kebersihan dan tata kelola lingkungan kembali menjadi sorotan di wilayah Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Kota Administrasi Jakarta Barat. Warga menilai penanganan sampah oleh aparat kelurahan belum berjalan optimal, sementara bangunan liar semakin menjamur di sepanjang aliran Kali Maja.
Tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk berbulan-bulan di sekitar pemukiman memicu kritik keras dari warga sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah setempat. Ironisnya, kondisi ini terlihat jelas saat peresmian jembatan di RT 07 RW 09.
“Padahal, Minggu 12 April 2026 kemarin pak Lurah resmikan jembatan, sampah persis di depan, tapi sampai sekarang belum diangkat,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya. (Selasa, 14/04/2026)
Selain itu, maraknya bangunan liar di Jalan Jambu Air, Kampung Maja, juga menjadi sorotan. Bangunan tersebut diduga berdiri tanpa izin dan bahkan diperjualbelikan atau disewakan oleh oknum tertentu.
“Ada pabrik kulit lumpia, padahal itu makanan ya, kok bisa. Bersih nggak tuh, ada ijinnya nggak,” keluh warga.
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kebakaran dan masalah kesehatan.
Warga menuntut tindakan tegas dari aparat pemerintah, khususnya pihak kelurahan, untuk menertibkan bangunan liar dan membersihkan kawasan dari tumpukan sampah. Sebagai bagian dari kontrol sosial, mereka meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi kinerja aparatur di tingkat kelurahan.
“Lingkungan jadi kotor dan kumuh. Kalau dibiarkan terus, bukan hanya soal pemandangan, tapi juga kesehatan warga bisa terganggu,” tambah warga tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tata kelola wilayah, integritas aparat, dan kualitas hidup masyarakat. Warga Pegadungan kini menanti aksi nyata, bukan sekadar seremoni.
Penulis : Suheri







