slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Lebaran Betawi: Mengikat Silaturahmi, Menjaga Tradisi, Merawat Alam

Avatar

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Azis Khafia Sekretaris Bid.Kesehatan & Lingkungan MUI Jaksel

 

Jakarta, jurnalisinvestigasinews.com – Lebaran bagi masyarakat Betawi bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menyimpan jejak panjang tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Hal tersebut disampaikan Azis Khafia, Sekretaris Bidang Kesehatan dan Lingkungan MUI Jakarta Selatan, yang menilai bahwa Lebaran Betawi merupakan hasil akulturasi budaya sejak masa pra-Islam hingga berkembang dalam nilai-nilai Islam saat ini.

“Dulu, masyarakat Betawi yang mayoritas petani merayakan panen dengan ritual penutupan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini kemudian diselaraskan dengan ajaran Islam,” ujarnya.

Menurutnya, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai kembali pada kesucian, tetapi juga sebagai momentum kembali pada jati diri dan asal-usul. Hal ini tercermin dalam tradisi ngored atau membersihkan makam leluhur yang dilanjutkan dengan ziarah.

Baca Juga :  PLN Indonesia Power dan Rumah Zakat Salurkan 133 Paket Bingkisan Lebaran untuk Warga Dhuafa di Duren Tiga

“Ziarah menjadi bentuk komunikasi simbolik antara generasi saat ini dengan para pendahulunya,” tambahnya.

Tak hanya itu, kekayaan budaya Betawi juga terlihat dari ragam hidangan Lebaran. Berbagai sajian seperti nastar, kaasstengels, hingga kue semprit menunjukkan adanya pengaruh budaya Eropa. Sementara semur menjadi contoh kuat perpaduan budaya Betawi, Belanda, dan Tionghoa.

Tradisi “ngeteh” saat menjamu tamu pun menjadi bagian dari akulturasi budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Betawi.

Di sisi lain, Azis juga menyoroti eratnya hubungan masyarakat Betawi dengan lingkungan. Salah satunya melalui tradisi bebersih, yakni mandi bersama di kali sebelum memasuki bulan Ramadan.

Baca Juga :  Alwiyah Ahmad: Semangat Kartini Harus Terus Diperjuangkan untuk Perempuan dan Anak

“Ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bentuk kearifan ekologis masyarakat Betawi yang hidup berdampingan dengan sungai,” jelasnya.

Namun, ia menyayangkan tradisi tersebut kini mulai hilang seiring rusaknya ekosistem sungai di Jakarta.

Ia menegaskan, Lebaran Betawi seharusnya tidak hanya dipahami sebagai seremoni budaya tahunan, tetapi juga sebagai pengingat akan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Betawi bukan sekadar seni dan festival, tetapi merupakan ruh peradaban yang sarat nilai spiritual, sosial, dan ekologis,” tegasnya.

Dengan demikian, momentum Lebaran diharapkan menjadi penguat kesadaran semua pihak untuk menjaga budaya sekaligus merawat lingkungan sebagai bagian dari warisan yang tak ternilai.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Administrasi Jadi Kunci, TP PKK Cipinang Besar Selatan Perketat Pembinaan
IMMI DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal, Perkuat Soliditas dan Sinergi Pengurus
GARDU Pulih Korban Gugat Negara Rp5 Triliun, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Anak Korban
PPUI Bongkar Tekanan Kerja dan Minimnya Perlindungan Pekerja di UI
Langkah Awal Rudy Susmanto Mulai Terlihat, Infrastruktur hingga Ekonomi Jadi Sorotan
Ditjen KPM Kemkomdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Diskusi Publik: Bijak Digital Tanpa Judi Online
Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dorong Peningkatan Layanan dan Teknologi
Lahan Diduga Disalahgunakan, Kelurahan Tegal Alur Turun Tangan Tanpa Kompromi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:51 WIB

Administrasi Jadi Kunci, TP PKK Cipinang Besar Selatan Perketat Pembinaan

Kamis, 30 April 2026 - 19:12 WIB

IMMI DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal, Perkuat Soliditas dan Sinergi Pengurus

Kamis, 30 April 2026 - 17:59 WIB

GARDU Pulih Korban Gugat Negara Rp5 Triliun, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Anak Korban

Kamis, 30 April 2026 - 17:49 WIB

PPUI Bongkar Tekanan Kerja dan Minimnya Perlindungan Pekerja di UI

Kamis, 30 April 2026 - 14:39 WIB

Langkah Awal Rudy Susmanto Mulai Terlihat, Infrastruktur hingga Ekonomi Jadi Sorotan

Berita Terbaru