slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

PPUI Bongkar Tekanan Kerja dan Minimnya Perlindungan Pekerja di UI - JURNAL INVESTIGASI NEWS

PPUI Bongkar Tekanan Kerja dan Minimnya Perlindungan Pekerja di UI

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok, jurnalisinvestigasinews.com – Momentum Hari Buruh Internasional 2026 dimanfaatkan Paguyuban Pekerja Universitas Indonesia (PPUI) untuk menyuarakan keras persoalan ketenagakerjaan yang dinilai masih membelit lingkungan kampus.
Alih-alih menjadi ruang aman dan bermartabat bagi pekerja, Universitas Indonesia justru disebut masih menyimpan berbagai persoalan mendasar dalam relasi kerja, baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan (tendik).

PPUI menyoroti meningkatnya tekanan terhadap dosen dalam memenuhi target publikasi ilmiah. Kondisi ini dinilai telah menggeser peran akademisi menjadi sekadar “mesin produksi pengetahuan” dalam pusaran industri jurnal global yang kompetitif.

Sementara itu, tenaga kependidikan disebut menghadapi beban administratif yang tinggi tanpa diiringi kompensasi dan penghargaan yang setara. Bahkan, praktik disipliner yang dinilai berlebihan turut disorot, termasuk kewajiban absensi hingga empat kali dalam sehari.

Baca Juga :  Terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella divonis bebas terkait perkara penembakan laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek.

Lebih jauh, PPUI menegaskan belum adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Peraturan Perusahaan (PP) di lingkungan UI menjadi persoalan krusial. Ketiadaan dua instrumen ini dinilai membuat relasi kerja kehilangan kepastian hukum dan membuka ruang kerentanan bagi pekerja.

“Tanpa PKB dan PP, pekerja berada dalam posisi rentan karena tidak memiliki perlindungan kolektif yang memadai,” tegas Jemi Irwansyah, perwakilan PPUI.

PPUI juga mengkritik arah transformasi perguruan tinggi yang dinilai semakin condong pada logika pasar. Pergeseran ini disebut mendorong fleksibilisasi tenaga kerja, peningkatan beban kerja, hingga melemahnya tanggung jawab institusi terhadap kesejahteraan pekerja.

Baca Juga :  Laksanakan Kegiatan Tahap 1 Dana Desa Pekon Sinarmulya Kecamatan Banyumas Bangun Rabat Beton

Dalam peringatan May Day tahun ini, PPUI menyampaikan sejumlah tuntutan utama, antara lain pembentukan PKB dan PP, jaminan kepastian status kerja dan upah, penghormatan terhadap hak berserikat, serta penyediaan mekanisme penyelesaian sengketa yang transparan dan adil.

Aksi peringatan May Day 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026 pukul 11.00 WIB dengan titik kumpul di kawasan Senayan, Jakarta.

PPUI mengajak seluruh pekerja kampus untuk bersatu memperjuangkan haknya serta mendesak pimpinan universitas membuka ruang dialog yang partisipatif.
“Martabat universitas tidak bisa dipisahkan dari martabat kerja para pekerjanya. Universitas yang bermartabat hanya dapat berdiri di atas kerja yang bermartabat,” tutup pernyataan PPUI.

Berita Terkait

Pengurus Masjid Jami Al Ihrom RW. 09 Prepedan Raya Kalideres Gelar Agenda Tahunan Berbagi Kebahagian Bersama Yatim Piatu dengan Penuh Hikmat.
JAGA JAKARTA – ON THE SPOT: Kapolres Metro Tangerang Kota Turun Langsung Temui Warga Bojong Renged
Perkuat Ketahanan Diri, Generasi Muda Saka Bhayangkara Diajak Berani Menolak Narkotika
Karangan Bunga dari Presiden Prabowo menghiasi Rakernas LAKI dan Pro Grib
Kamal Benda Raya Jadi TPS Liar, Lemahnya Pengawasan, wibawa pemerintah Dipertanyakan
JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak
MUI Gelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam, Bahas Penguatan Ukhuwah dan Strategi Kebangsaan
PP AMPG Santuni 500 Anak Yatim dan Lansia di Sukabumi, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:43 WIB

JAGA JAKARTA – ON THE SPOT: Kapolres Metro Tangerang Kota Turun Langsung Temui Warga Bojong Renged

Senin, 6 Juli 2026 - 10:13 WIB

Perkuat Ketahanan Diri, Generasi Muda Saka Bhayangkara Diajak Berani Menolak Narkotika

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:46 WIB

Karangan Bunga dari Presiden Prabowo menghiasi Rakernas LAKI dan Pro Grib

Senin, 29 Juni 2026 - 01:00 WIB

Kamal Benda Raya Jadi TPS Liar, Lemahnya Pengawasan, wibawa pemerintah Dipertanyakan

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WIB

JMI Minta Evaluasi Program SPPG BGN Dilakukan Transparan dan Berbasis Dampak

Berita Terbaru