Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri Rapat Paripurna yang digelar DPRD Provinsi DKI Jakarta, Rabu 12/3.
Berbagai hasil reses disampaikan oleh DPRD DKI kepada Gubernur Pramono Anung, diantaranya adalah
terkait permintaan peningkatan dana Tunjangan Operasional (OP) bagi marbut masjid, jumantik dan dasawisma.
Usai menghadiri rapat paripurna, Gubernur DKI Pramono Anung menyempatkan diri memberikan tanggapannya soal laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta
Pramono mengatakan, peningkatan dana Tunjangan Operasional (OP) tersebut harus dikaji terlebih dahulu. Kajian akan dilakukan terkait anggaran yang akan digunakan.
“Tentunya harus dikaji terlebih dahulu. Memang saya sendiri pasti berkeinginan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat terutama jumantik, dasawisma dan sebagainya. Kan memang ada rencana, tetapi kan kita harus mengkaji lebih dalam mengenai penganggarannya,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di gedung DPRD DKI, Rabu 12/3.
Sementara itu,
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Brando Susanto mengatakan laporan hasil reses seluruh pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta, telah disampaikan.
Terutama, kata Brando, penyampaian soal permintaan dewan kepada dinas terkait untuk meningkatkan dana Tunjangan Operasional (OP) bagi marbut masjid, jumantik dan dasawisma.
“Dukungan ini bertujuan memperkuat peran mereka dalam kegiatan di tingkat RT/RW, PKK, PKH dan FKDM, sehingga dapat lebih optimal dalam mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” kata Brando.
Dewan juga mendorong peningkatan program untuk mendukung pemenuhan gizi dari ibu-ibu hamil balita dan wanita. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, mencegah kekurangan gizi, serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan.
Brando berharap, dengan adanya dukungan ini, kualitas kesehatan warga Jakarta terutama kelompok yang rentan dapat terjaga lebih baik.
Selain itu, Dewan juga meminta Eksekutif melakukan perbaikan dan pengembangan sarana pendidikan serta pembangunan pagar sekolah, perbaikan ruang kelas, peningkatan fasilitas laboratorium, perpustakaan, serta penyediaan sarana belajar yang lebih modern.
“Ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman nyaman dan mendukung perkembangan akademik serta kreativitas siswa,” jelasnya.
Terkait soal penyelesaian permasalahan ijazah yang tertahan di sekolah akibat kendala administrasi atau biaya, Dewan meminta kepada dinas terkait mencarikan solusi yang adil dan berkeadilan. Karena ijazah yang tertahan bisa berdampak terhadap siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ataupun mencari pekerjaan.(Leman)







