Jakarta– Kota Administrasi Jakarta Barat bakal mewujudkan calon destinasi edukasi pengelolaan sampah di asrama Bambu Larangan Cengkareng Jakarta Barat. Hal itu disampaikan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Hariadi, Kamis 7/6.
“Mengawali tujuan tersebut telah dilakukan pembenahan asrama Bambu Larangan melalui kerja bakti masal yang dihadiri Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat, beserta seluruh jajarannya, “kata Hariadi.
Kasudin menambahkan, sesuai dengan program SAMTAMA (Sampah Tanggung jawab Bersama), yang didalamnya mengandung aspek pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Hariadi menjelaskan, bahwa guna mewujudkan asrama bambu larangan sebagai calon Destinasi Edukasi Pengelolaan Sampah di Kota Administrasi Jakarta Barat, diharapkan nantinya Asrama bambu larangan akan menjadi role model pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan yang ideal, dimana masyarakat umum, murid, mahasiswa dan Lembaga masyarakat lainnya dapat mengunjungi dan mencontoh bahkan mengembangkan contoh tersebut di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Dalam Pengelolaan sampah tersebut lebih diutamakan pada aspek pengurangan sampah seperti sampah organik dikelola Bank Kompos untuk pakan ternak dari maggot, menjadi kompos, eco enzyme, pupuk cair. Juga Sampah an organik dikelola Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Induk . Sampah Residu juga dikelola melalui fasilitas pemusnah sampah domestik ramah lingkungan ataupun penerima manfaat yg lainnya.
Warga Asrama bambu larangan dan masi sekitarnya juga digiatkan setiap jumat dengan Gerakan sedekah sampah sebagai strategi dalam pengurangan sampah di sumber.
Asrama Bambu Larangan juga dilakukan berbagai kegiatan dalam mendukung pelestarian lingkungan diantaranya penanaman pohon produktif dan tanaman obat keluarga, urban farming, green house,, kolam Gizi, Masjid Ramah Lingkungan, serta media edukasi pengelolaan lingkungan lainnya
Menurut Hariadi, Dalam pengoperasian dan pengembangannya, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat akan bekerjasama dengan mitra kerja diantarnya Forum Kolaborasi Komunitas Peduli Sampah Indonesia (Fokkalis) guna menciptakan kolaborasi antara UKPD dari sektor terkait lainnya serta berbagai kolaborator serta lembaga dan penggiat lingkungan di bidang persampahan, sehingga nantinya selain menjadi destinasi edukasi, lokasi seluas 5,9 hektar ini juga akan menjadi laboratorium bersama dari semua stake holder, dan terbentuklah suatu sistem pengelolaan sampah yang ideal dan terintegrasi serta dapat diimplementasikan oleh masyarakat umum menuju Kota Administrasi Jakarta Bara6 yang bersih sehat dan bermartabat. Sukses Jakarta Untuk indonesia.
(Leman/Shadewa)







