Jakarta- Sejumlah Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat,melakukan pengecekan terkait dugaan pencemaran air limbah di saluran jalan Fajar Baru, Cengkareng.
Tim dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, telah melakukan peninjauan lapangan.
Petugas juga melakukan peninjauan terhadap salah satu kegiatan usaha produksi makanan siap saji di lokasi tersebut yang diduga menjadi sumber penghasil air limbah.
Dari hasil verifikasi dan pemantauan di lapangan bahwa kegiatan tersebut telah memiliki SPPL
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Haryadi yang didampingi Kasie PPH Gamma Nanda B mengatakan, dari hasil peninjauan bahwa proses produksi telah dilengkapi dengan instalasi grease trap pada bak pencucian di ruang produksi, pencucian bahan makanan maupun pencucian alat-alat penunjang produksi.
Serta memiliki satu bak penampungan/pengolahan utama sebelum air limbah dibuang ke saluran drainase.
Dijelaskan olehnya, berdasarkan hasil pengamatan, bahwa pengoperasian grease trap belum optimal, karena sisa lemak makanan dan sisa pencucian masih belum tersaring/terkelola secara optimal.
Dari hal tersebut,kata Kasudin, pihak kegiatan usaha diminta untuk melakukan upaya-upaya melakukan pembersihan secara berkala pada unit grease trap (baik selama proses produksi maupun pasca produksi), dan diberikan waktu 1 (satu) bulan untuk melakukan perbaikan unit bak penampungan/pengolahan akhir agar lebih optimal dalam mengelola air limbah sebelum dibuang ke saluran lingkungan.
Selain itu, lanjutnya, pihak kegiatan usaha bersedia dan berinisiatif untuk melakukan pembersihan saluran drainase selama masa perbaikan/optimalisasi bak kontrol/grease trap.
Dia menambahkan, Suku Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap upaya-upaya perbaikan/optimalisasi pengelolaan limbah dari kegiatan tersebut.
“Kita akan tetap pantau dan evaluasi secara berkala kegiatan itu,”ujarnya.( Adi Jaceng/ Leman)







