Sidang Kasus Dugaan Mesum Walikota Langsa Digelar di pengadilan Negeri langsa

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 16 Februari 2022 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Langsa Aceh –  Kini sidang kasus pencemaran nama baik dan pemerasan dugaan perbuatan mesum Walikota Langsa digelar di Pengadilan Negeri Langsa dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban, Rabu (16/02/2022).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Silvianingsih, SH, MH. Hakim Anggota 1 Dini Damayanti, SH dan Hakim Anggota 2 Muhammad Yuslimu Rabbi, SH serta Panitera pengganti Azmeiliza Aminuddin, SH. Jaksa Penuntut Umum Edwardo, SH, MH dan Muhammad Daud Siregar, SH, MH.

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban menghadirkan Walikota Langsa Usman Abdullah melalui vidcon, Sekretaris Daerah (Sekda) Said Mahdum majid, Agus Setiawan dan Aklima keduanya honorer di Pememernyah kota Langsa yang mengikuti langsung persidangan.

Walikota Langsa Usman Abdullah dalam menyampaikan keterangannya mengatakan bahwa dirinya sebagai korban merasa difitnah dengan apa yang disampaikan terdakwa 1 dan 2 (Muslim alias Cut Lem dan Ibnu Hajar) pada saat menggelar konferensi pers sehingga membuat malu seluruh keluarganya.

Ia juga menyampaikan bahwa kedua terdakwa berupaya memeras dirinya dengan meminta uang sebesar 300 juta hingga 100 juta rupiah untuk menghilangkan kasus dugaan mesum tersebut.

Namun pernyataan Walikota Langsa terkait adanya upaya pemerasan dibantah oleh kedua terdakwa. 

Baca Juga :  Satgasres Binmas Wilayah Yahukimo laksanakan Program Kasuari Pengecekan Spot Perikanan di Kampung Moruku.

“Saya tidak pernah meminta uang kepada siapapun terkait kasus ini,” jelas Cut Lem kepada majelis persidangan.

“Saya diajarkan oleh orang tua saya yang berprofesi sebagai guru ngaji bahwa haram menerima uang lendir,” imbuhnya.

Sementara ketiga saksi korban lainnya diminta keterangan terkait adanya upaya pemerasan dengan cara meminta uang kepada Walikota Langsa.

Sidang kasus pencemaran nama baik dan pemerasan atas dugaan perbuatan mesum Walikota Langsa akan dilanjutkan pada hari Rabu, 23 Februari 2022 mendatang jelasnya.(Zainal).

Berita Terkait

Turut berdukacita, Kepala Desa Purasari Hadiri Acara Pemakaman Warganya Yang Meninggal Dunia
Katar Bina Karya bersama Warga RW O3 Purasari melaksanakan Jumat Bersih.
Waduh Ada Apa, Dengan SMA Negri Satu Gedung Tataan Pesawaran Sampai Tahan Ijasah Murid
Kasus Tindak Kekerasan Terhadap Wartawan, Kita Harap Terungkap Motifnya
DPRD DKI Minta PJ Gubernur Copot Pejabat SDA yang kerahkan PJLP Ke Bekasi.
Diduga Berzina Kepala Pekon Kejadian,Dilaporkan Kepolres Tanggamus
Sukses Dilaksanakan Pengukuhan IKPI Joglosemar
Ribuan Masyarakat Kabupaten Pesawaran Gelar Aksi Damai, Tuntut Ukur Ulang Lahan PTPN 7 Way Brulu
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 19:15 WIB

Turut berdukacita, Kepala Desa Purasari Hadiri Acara Pemakaman Warganya Yang Meninggal Dunia

Sabtu, 16 Desember 2023 - 16:24 WIB

Katar Bina Karya bersama Warga RW O3 Purasari melaksanakan Jumat Bersih.

Selasa, 18 Juli 2023 - 18:31 WIB

Waduh Ada Apa, Dengan SMA Negri Satu Gedung Tataan Pesawaran Sampai Tahan Ijasah Murid

Senin, 10 Juli 2023 - 11:31 WIB

Kasus Tindak Kekerasan Terhadap Wartawan, Kita Harap Terungkap Motifnya

Jumat, 30 Juni 2023 - 11:35 WIB

DPRD DKI Minta PJ Gubernur Copot Pejabat SDA yang kerahkan PJLP Ke Bekasi.

Senin, 26 Juni 2023 - 23:36 WIB

Diduga Berzina Kepala Pekon Kejadian,Dilaporkan Kepolres Tanggamus

Minggu, 18 Juni 2023 - 20:12 WIB

Sukses Dilaksanakan Pengukuhan IKPI Joglosemar

Kamis, 15 Juni 2023 - 18:03 WIB

Ribuan Masyarakat Kabupaten Pesawaran Gelar Aksi Damai, Tuntut Ukur Ulang Lahan PTPN 7 Way Brulu

Berita Terbaru