JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan mutu dan layanan kesehatan, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar forum Advokasi dan Sosialisasi Pembiayaan Kesehatan Dalam Universal Health Coverage (UHC) dilaksanakan di Ruang Soewiryo 2 Blok B Lt. 16
Kantor Walikota Kota Adm. Jakarta Barat, Selasa (5/12).
Dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan RM Amien Haji, Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat dr. Erizon Safari, Pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Camat, Kepala Sudin-Suban, Direktur RSUD, Kepala Puskesmas dan Lurah se-Jakarta Barat.
Pada sambutannya, Amien Haji menginfokan bahwa Kota Jakarta Barat untuk capaian prosentase UHC-nya sudah diangka 98.27%. Sementara untuk proporsi jenis kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di DKI Jakarta terdiri atas 41.85% Peserta Daerah Pemda/Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD, 34.90% Pekerja Penerima Upah (PPU), 12.63% PBI APBN, dan 10.61% Peserta Mandiri.
“Selanjutnya, seiring perkembangan kebijakan dan Jakarta akan menjadi Kota Global, diharapkan kedepannya masyarakat akan mandiri termasuk dalam hal kepesertaan JKN. Ketepatan sasaran segmen kepesertaan JKN menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Selayaknya masyarkat yang mampu secara finansial menjadi peserta JKN di segmen mandiri sehingga premi yang dibayarkan oleh pemerintah dapat digunakan untuk pembangunan ,” ujarnya.
Untuk diketahui, Advokasi dan Sosialisasi menghadirkan narasumber diantaranya Kepala Unit pengelola Jaminan Kesehatan Jakarta Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Ratna Sari, MKM dan Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Cabang Jakarta Barat Desi Muflihatun.(Leman)







