Parigi Moutong,
Pos yang berada di pinggir jalan yang tidak jauh dari tempat kejadian banjir bandeng di Desa Torue Kecamatan Torue, Kalau bisa di alihkan ketempat yang lebih aman. Karena di kwatirkan akan terjadi banjir susulan, apalagi cuaca nya masih hujan tentu harus antisipasi. Demikian di katakan Ketua Komisi 1V DPRD Sulteng DR. Ir . Alimuddin Paada. MS, kepada awak media melalui telekomunikasi hadphone ( HV) Senin, 1 Agustus 2022, pukul 11. 18 wita. lanjut nya,
Masalah banjir di desa Torue Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, itu sejak awal memang Komisi 1V DPRD Sulteng sudah ke lokasi, karena pada saat itu saya sedang mendampingi pimpinan ucap nya. Jadi di wakili Sekretaris Komisi 1V Anggota Badan Musyawarah Sulteng, Nyoman Slamet ,S.Pd. M.Si, dari Fraksi Partai PDIP, lalu sudah saya sampaikan supaya jangan sampai itu posko ada di daerah banjir . Kemudian orang orang yang akan memberikan bantuan, di samping itu terjadi kemacetan yang sangat panjang hingga 5 Kiloan meter macet lebih , Sehingga mengakibatkan jalan macet menjadi sempit akibat padatnya kendaraan dan orang yang antrian memberikan bantuan. terang Alimuddin Paada dari Fraksi Partai Gerindra juga Ketua Komisi 1V DPRD Sulteng.
Dia menambahkan, Lalu saya menghubungi kepala BNPB Parimo di katakan bahwa ini sudah di tentukan Oleh Bupati Parimo ucap nya. dan lalu saya hubungi / telepon Pak Damrem 132 Tadu Lako Brigjen TNI. Toto Nurwanto yang sedang mendampingi Kepala BNPN RI Letjen TNI. Suharyanto di tempat lokasi pasca banjir bandeng di desa Torue menyarankan, mohon Pak Danrem di kasih pindah saja posko tempat bantuan jangan di situ karena tempat nya rawan dan sangat rawan sekali , nanti kwatir nya akan terjadi tiba tiba banjir bandeng menyusul datang. Pak Danrem mengatakan Insyaallah kita akan koordinasikan dengan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) RI ucap Danrem 132 Tadu Lako Brigjen. TNI. Toto Nurwanto, ini hanya saran saya di pindahkan saja jangan disitu tutur Alimuddin Paada.

Kedua, kata Ketua Komisi 1V DPRD Sulteng DR. Ir. Alimuddin Paada, MS, Banjir yang terjadi di lokasi Huntap Tondo Kota Palu, mengakibatkan air nya meluap sampai ke jalan jalan hingga mengalir deras sehingga masyarakat di perumahan Huntap sangat kasihan dan resah , dan saya sendiri langsung menyaksikan kejadian banjir di huntap Tondo Palu, terang DR. Ir. Alimuddin Paada, MS Ketua Komisi 1V DPRD Sulteng
lanjut beliau lewat hanphone , jadi apa lagi areal Perumahan ini sudah sangat terbuka sekali sehingga hampir tidak ada tumbuh pohon pohon sebagai pelindung , kemudian tempat lokasi itu sudah di bangun perumahan, namun tidak mempunyai Renase yang memadai apa lagi perumahan di tempat kemiringan, Akhir nya air hujan nya deras mengalir sampai ke jalan akibat tidak ada perumahan satu pun tidak memiliki Renase ( Siring air) . Karenanya kemarin lalu saya sudah bertemu dengan Sekretaris Kota Palu Irma Pitalolo, S.Sos. MSi. Alimuddin paada mengatakan Kepada Sekot Palu , kalau perumahan itu harus ada Izin nya jelas dan kajian nya kuat harus jelas juga Supaya mereka membangun dengan kaidah kaidah lingkungan seperti buat perumahan harus di sertai bangun juga Renase nya, artinya menimal ada renase. kemudian buat tanggul dan teras untuk menghambat gerakan air tidak begitu saja karena daerah kemiringan. Tentunya juga harus jelas izin amdal nya atau UKL dan UPL nya.
kalau itu tidak di perhatikan maka Wali Kota akan terancam, Kasihan masyarakat kita yang sudah pernah mengalami pasca musibah Gempa dan stunami tahun 2018 silam lalu, kini mengalami separti ini ucap DR. Ir. Alimuddin Paada. MS kepada Sekot Palu Irma Pittalolo, S. Sos . M.Si, lalu jawaban nya akan di koordinasikan.
Ketua Komisi 1V DPRD Sulteng DR. Ir. Alimuddin Paada, MS, terakhir beliau berharap harus antisipasi dan tetap waspada di daerah daerah yang rawan akan banjir dan lain sebagai nya harap DR. Ir. Alimuddin Paada, MS Ketua Komisi 1V DPRD Sulawesi Tengah. ( Hardiman).







