slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Ibu-Ibu eks Karyawan PT Pantja Tunggal Knitting Mill Datangi Kantor LKBH Jepara, Ini Yang Dilakukan - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Ibu-Ibu eks Karyawan PT Pantja Tunggal Knitting Mill Datangi Kantor LKBH Jepara, Ini Yang Dilakukan

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 18 September 2022 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA.JIN

Sebanyak 16 eks karyawan PT. Pantja Tunggal Knitting Mill mendatangi kantor LKBHJ (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Jepara) yang beralamat di Jl. RMP Sosrokartono No 12 , Pengkol, Jepara. 50 Meter Timur Balai Desa Pengkol, Jepara. Jumat (16/9/2022).

Kaum ibu-ibu ini meminta LKBHJ melanjutkan perjuangannya yaitu menuntut hak-hak para eks karyawan PT. Pantja Tunggal Knitting Mill. Pasalnya putusan Mahkamah Agung tertanggal 12 April 2022 menjelaskan mengabulkan para pemohon, kemudian tergugat harus memenuhi hak-hak para pemohon. Keputusan Mahkamah Agung tersebut berkekuatan hukum tetap.

Sementara Yusuf selaku kuasa hukum eks karyawan PT. Pantja Tunggal Knitting Mill sangat bangga, menurutnya hal itu suatu kehormatan.

Baca Juga :  Polres Demak Bantu Agen Migor Curah Akses Aplikasi SIMIRAH

“Alkhamdulillah saya selaku kuasa hukum dari ibu-ibu merasa terhormat dan saya ucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang sudah hadir ke kantor LKBH Jepara,” tutur Yusuf.

Menurut penuturan Yusuf, kasus tersebut ia kawal dari pertama. Walaupun sempat mengundurkan diri karena berbagai faktor, namun para eks karyawan tersebut tetap menginginkan dirinya meneruskan hingga selesai.

“Dikarenakan kami yang pertama kali mengawal atau mendampingi ibu-ibu ini dan sempat beberapa waktu kami mengundurkan diri karena berbagai faktor dan hari ini ibu-ibu meminta kami lagi untuk mendampingi kasusnya sampai selesai atau clear,” jelasnya.

Yusuf mengatakan bahwa perkara tersebut akan ia kawal sampai selesai, dan langkah selanjutnya yaitu pemanggilan dari pihak perusahaan agar dipertemukan dengan pihak ibu-ibu.

Baca Juga :  Sempat Buang Barang Bukti, Kurir Sabu Asal Pringsewu Diamankan Polisi

“Rencananya ini nanti dari putusan Mahkamah Agung, nanti kita aanmaning dulu yaitu pemanggilan dari pihak perusahaan dan dari pihak ibu-ibu dipertemukan, karena putusan dari Mahkamah Agung itu sudah jelas atau inkrah Jadi apa yang menjadi hak ibu-ibu harus dibayar oleh perusahaan dan sudah tidak ada upaya hukum lagi,” jelas Yusuf.

“Semisal nanti dari perusahaan ada argumen lain lagi Kami selaku kuasa hukum akan tetap memperjuangkan, Karena bagaimanapun itu sudah menjadi hak para ibu-ibu yang harus diberikan atau dibayarkan oleh perusahaan,” pungkasnya.

Vio Sari

Berita Terkait

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih
Diduga Langgar Prosedur, Bank dan Developer Ambil Alih Rumah Konsumen Tanpa Putusan Pengadilan
Ditjen KPM Komdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar “Waspada Pinjol Ilegal”
Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran

Jumat, 3 April 2026 - 21:13 WIB

PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas

Kamis, 2 April 2026 - 13:48 WIB

Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Berita Terbaru

Hukum

JMI Desak Percepatan Penanganan Dugaan Pelanggaran di BGN

Jumat, 17 Apr 2026 - 18:03 WIB