slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

REKAN Indonesia Dorong Penguatan Kolaborasi Atasi Penyakit Mematikan di Jakarta Utara - JURNAL INVESTIGASI NEWS

REKAN Indonesia Dorong Penguatan Kolaborasi Atasi Penyakit Mematikan di Jakarta Utara

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, jurnalisinvestigasinews.com  – Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia menggelar Diskusi Publik bertema “Kolaborasi Dalam Upaya Pengentasan Penyakit Mematikan di Jakarta Utara” pada Kamis (4/6/2026) di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan, mulai dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, jajaran puskesmas, hingga RSUD kecamatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tingginya beban penyakit tidak menular di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dipandu oleh Ketua KPW REKAN Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, yang menekankan bahwa penanganan penyakit mematikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, BPJS Kesehatan, dan masyarakat.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr. Murniasi Hutapea, MPH, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif REKAN Indonesia dalam menghadirkan ruang dialog kesehatan yang terbuka dan partisipatif.

“Kami mengapresiasi Relawan Kesehatan Indonesia yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.”

Dalam pemaparannya, dr. Murniasi menyoroti masih tingginya ancaman penyakit tidak menular, terutama diabetes melitus yang kerap disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala pada tahap awal.

Baca Juga :  Sistem One Way Kembali Diterapkan Saat Arus Balik di Jakarta

“Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat memicu berbagai komplikasi pada organ tubuh. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang, dampaknya bisa berupa kerusakan pembuluh darah, peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, gangguan penglihatan, hingga amputasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam menekan dampak penyakit tersebut adalah pencegahan dan penanganan sejak dini.

“Deteksi dini, pengobatan yang teratur, serta pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Yayak Nugroho, memaparkan bahwa sejumlah penyakit masih menjadi penyebab utama beban kesehatan masyarakat, di antaranya penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi, kanker, stroke, dan tuberkulosis (TB).

Menurutnya, sebagian besar penyakit tersebut baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap lanjut akibat minimnya kesadaran terhadap gejala awal.

Baca Juga :  Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Pramono Dorong Pemerataan dan Transformasi Jakarta Kota Global

“Penyakit-penyakit seperti jantung, diabetes, hipertensi, kanker, stroke, hingga tuberkulosis membutuhkan perhatian serius. Banyak kasus baru teridentifikasi saat kondisi sudah cukup berat karena gejala awal sering tidak disadari masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengendalian penyakit silent killer sangat bergantung pada upaya pencegahan yang konsisten.

“Deteksi dini, pemeriksaan kesehatan rutin, kepatuhan pengobatan, dan penerapan pola hidup sehat adalah kunci utama. Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang untuk dikendalikan dan mencegah komplikasi yang lebih berat,” tegasnya.

Yayak juga menekankan bahwa upaya pengentasan penyakit mematikan harus dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.

“Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen untuk memperkuat edukasi kesehatan, memperluas akses layanan, dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dari hulu hingga hilir,” pungkasnya.

Melalui diskusi ini, REKAN Indonesia berharap terbentuk penguatan jejaring kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, BPJS Kesehatan, organisasi masyarakat, dan warga dalam upaya menekan angka penyakit mematikan di Jakarta Utara.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Paramadina Gelar KEP Edisi 42 Bahas Implementasi Pancasila & UUD 1945 di Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Kabinet Merah Putih
Gerakan Aktivis Jakarta Desak KPK Audit Total Yayasan SPPG dan Pejabat BGN Cegah Penyimpangan Anggaran Triliunan Rupiah
Anggota DPD RI Achmad Azran Gelar Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Wujud Nyata Keberpihakan pada Rakyat
JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab
Korem 052/Wijayakrama Resmikan Rehabilitasi Panti Asuhan Ponpes Darussalamah Assalimah, Wujud Nyata Kepedulian TNI bagi Generasi Muda
JMI Siap Kawal Kinerja BGN Pasca Pergantian Pimpinan: Transparansi dan Manfaat Rakyat Jadi Prioritas  
DPW PPP DKI Jakarta Dukung Program Pilah Sampah Pemprov DKI, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Infrastruktur Pendukung
Silaturahmi Akbar RW 010 CBS di Cisarua Perkuat Sinergi dan Harmoni Antar Pengurus
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:45 WIB

Paramadina Gelar KEP Edisi 42 Bahas Implementasi Pancasila & UUD 1945 di Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Kabinet Merah Putih

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:05 WIB

Gerakan Aktivis Jakarta Desak KPK Audit Total Yayasan SPPG dan Pejabat BGN Cegah Penyimpangan Anggaran Triliunan Rupiah

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:03 WIB

Anggota DPD RI Achmad Azran Gelar Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Wujud Nyata Keberpihakan pada Rakyat

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:45 WIB

REKAN Indonesia Dorong Penguatan Kolaborasi Atasi Penyakit Mematikan di Jakarta Utara

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:27 WIB

JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab

Berita Terbaru

Kebijakan publik

JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:27 WIB