slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030 - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Nakes Bukan Tumbal, Rekan Indonesia Tolak Rencana Vaksin TB 2030

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA jurnalisinvestigasinews.com — Wacana vaksinasi tuberkulosis (TB) menuju tahun 2030 menuai kritik dari kalangan masyarakat sipil. Rekan Indonesia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang, terutama terkait kesiapan sistem kesehatan nasional dan perlindungan terhadap tenaga kesehatan.

 

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho, menyatakan bahwa penempatan tenaga kesehatan (nakes) sebagai kelompok awal dalam pelaksanaan vaksinasi berpotensi menimbulkan persoalan etis.

 

“Tenaga kesehatan seharusnya dilindungi, bukan dijadikan pihak pertama yang menanggung risiko dari kebijakan yang belum sepenuhnya ditopang oleh kemandirian nasional,” ujar Agung dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

 

Menurut dia, hingga saat ini fondasi sektor kesehatan Indonesia masih menghadapi berbagai keterbatasan. Ketergantungan pada impor bahan baku farmasi, kapasitas riset dalam negeri yang belum optimal, serta produksi vaksin nasional yang masih terbatas dinilai menjadi indikator bahwa kedaulatan kesehatan belum sepenuhnya terwujud.

 

“Kalau kondisi dasarnya masih seperti ini, lalu kita mendorong vaksinasi dalam skala besar, yang terjadi justru berpotensi memperkuat ketergantungan,” kata dia.

Baca Juga :  Forum Donggala Utara Akan Menggunakan Momen Kunjungan Peresiden Di Desa Talaga Di Kec. Dampelas Donggala.

 

Agung juga menyoroti kuatnya pengaruh aktor global dalam industri kesehatan, termasuk lembaga filantropi internasional yang berperan dalam pendanaan dan pengembangan vaksin.

 

Ia menilai, dalam situasi ketergantungan, posisi tawar negara berkembang seperti Indonesia menjadi lemah dalam menentukan arah kebijakan kesehatan domestik.

 

“Ketika kita tidak punya kemandirian yang cukup, maka arah kebijakan bisa dengan mudah dipengaruhi oleh kepentingan di luar,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Agung menilai munculnya berbagai kecurigaan di tengah masyarakat, termasuk narasi mengenai agenda tersembunyi seperti depopulasi global, tidak bisa dilepaskan dari persoalan transparansi.

 

“Terlepas dari benar atau tidaknya, kecurigaan itu muncul karena komunikasi publik tidak terbuka dan kepercayaan masyarakat belum terbangun dengan baik,” kata dia.

 

Ia juga menyinggung pelaksanaan program imunisasi nasional, seperti BIAN dan BIAS, yang menurutnya perlu dijalankan dengan pendekatan yang lebih transparan dan partisipatif, mengingat sasaran program tersebut adalah anak-anak sebagai kelompok rentan.

Baca Juga :  Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Sembako untuk Warga Kampung Tegalmulya

 

Lebih lanjut, Agung menekankan bahwa pengendalian TB tidak cukup hanya melalui vaksinasi. Ia menyebut faktor-faktor sosial seperti kemiskinan, kepadatan hunian, akses gizi, serta ketimpangan layanan kesehatan sebagai akar persoalan yang harus diselesaikan.

 

“Kalau akar masalahnya tidak dibereskan, vaksinasi hanya akan jadi solusi di permukaan,” ujarnya.

 

Rekan Indonesia mendorong pemerintah untuk lebih fokus pada penguatan kedaulatan kesehatan nasional, termasuk melalui investasi dalam riset dalam negeri dan pengembangan industri farmasi.

 

“Yang dibutuhkan bukan hanya program, tetapi sistem yang kuat dan mandiri. Tanpa itu, kita akan terus bergantung,” kata Agung.

 

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap rencana vaksinasi TB bukan merupakan bentuk penolakan terhadap ilmu pengetahuan, melainkan dorongan agar kebijakan kesehatan disusun secara lebih matang dan berpihak pada keselamatan rakyat.

 

“Jangan sampai kebijakan yang seharusnya melindungi justru menimbulkan ketidakpercayaan. Karena kalau kepercayaan publik runtuh, dampaknya bisa jauh lebih besar,” ujar dia.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Brimob Polda Metro Jaya Raih 2 Emas dan 1 Perak di Tangerang Kickboxing Open Championship 2026
Brimob Polda Metro Jaya Cepat Tanggap Kerahakan AWC Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Pulogadung
Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Golden Jubilee ke-50 di Indonesia Arena Senayan
Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Stadion Patriot Jelang Laga Adhyaksa FC Bekasi vs PSGC Ciamis
Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Safari Dakwah Habib Umar di Cidodol
Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Konser Avenged Sevenfold di JIS
Brimob Bubarkan Tawuran di Jakut, 3 Pemuda Diamankan Bawa 2 Celurit
Brimob Metro Jaya Amankan 2 Pemuda dan Ketapel Saat Patroli di Jaktim
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Raih 2 Emas dan 1 Perak di Tangerang Kickboxing Open Championship 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Cepat Tanggap Kerahakan AWC Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Pulogadung

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Golden Jubilee ke-50 di Indonesia Arena Senayan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Stadion Patriot Jelang Laga Adhyaksa FC Bekasi vs PSGC Ciamis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Safari Dakwah Habib Umar di Cidodol

Berita Terbaru