slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Musim Pancaroba Jadi Pemicu Suhu Udara Panas Menyengat Beberapa Hari ini - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Musim Pancaroba Jadi Pemicu Suhu Udara Panas Menyengat Beberapa Hari ini

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab meningkatnya suhu udara panas menyengat yang terjadi beberapa hari ini di sejumlah wilayah Indonesia, merupakan dampak peralihan musim (pancaroba) dari kemarau menuju musim penghujan.

Perihal pancaroba ini diperjelas oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, bahwa cuaca panas yang terasa sejak pagi hingga malam hari merupakan dampak peralihan musim kemarau ke musim hujan (pancaroba).

“Beberapa wilayah Indonesia belakangan ini mengalami suhu udara yang terasa lebih terik, bahkan di pagi dan malam hari,” ujar Guswanto.

Baca Juga :  Ular Sanca 1,5 M Berhasil Di Evakuasi

“Fenomena ini erat kaitannya dengan masa peralihan musim atau pancaroba, dari kemarau menuju musim hujan,” sambungnya.

Ia menambahkan, pemanasan permukaan bumi yang kuat akibat langit cerah tanpa awan tebal, menyebabkan radiasi sinar matahari yang lebih intens. Kondisi ini membuat udara terasa panas sepanjang hari, termasuk pada waktu yang biasanya dirasakan sejuk.

Pemanasan tersebut juga memicu pembentukan awan konvektif, seperti awan cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore atau malam hari.

BMKG menyebut bulan Oktober merupakan fase transisi dari musim kemarau menuju musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Periode pancaroba ini diperkirakan berlangsung hingga 16 Oktober 2025.

Baca Juga :  Kapolda Perintahkan Tangkap pelaku ala Koboi Jalanan

“Pola cuaca menjadi tidak menentu, siang hari terasa panas ekstrem, sore turun hujan deras, dan malam hari tetap hangat karena tingkat kelembaban tinggi,” ungkap Guswanto.

BMKG menegaskan bahwa fenomena panas tersebut bukan termasuk gelombang panas atau Heatwave.

“Udara panas yang dirasakan pagi dan malam hari bukan gelombang panas, melainkan bagian dari dinamika atmosfer saat masa peralihan,” pungkas Guswanto.(*)

Berita Terkait

Operasi Malam Polsek Jatinegara Jadi Langkah Preventif Tekan Angka Kriminalitas
Media Lensa Polri Resmikan Kantor Baru, Tegaskan Komitmen Menjadi Media Profesional dan Independen
GARDU Pulih Korban Gugat Negara Rp5 Triliun, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Anak Korban
Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dorong Peningkatan Layanan dan Teknologi
Lahan Diduga Disalahgunakan, Kelurahan Tegal Alur Turun Tangan Tanpa Kompromi
Kapolda Metro Jaya Turun Langsung Tinjau Kebakaran Aspol Kalideres, Berikan Dukungan untuk Anggota Terdampak
Camat Tambora Bersama Wartawan Gelar Aksi Jumat Berkah di RW 02 Krendang
Halal Bi Halal Berbuah Ekonomi! RW 02 Cipinang Muara Resmikan RW Mart
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:58 WIB

Operasi Malam Polsek Jatinegara Jadi Langkah Preventif Tekan Angka Kriminalitas

Kamis, 30 April 2026 - 17:59 WIB

GARDU Pulih Korban Gugat Negara Rp5 Triliun, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Anak Korban

Rabu, 29 April 2026 - 20:18 WIB

Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dorong Peningkatan Layanan dan Teknologi

Rabu, 29 April 2026 - 17:07 WIB

Lahan Diduga Disalahgunakan, Kelurahan Tegal Alur Turun Tangan Tanpa Kompromi

Minggu, 19 April 2026 - 09:52 WIB

Kapolda Metro Jaya Turun Langsung Tinjau Kebakaran Aspol Kalideres, Berikan Dukungan untuk Anggota Terdampak

Berita Terbaru