slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Yabumi Aceh Mendukung Pemerintah Melestarikan Habitat Gajah Guna Mencegah Konflik Gajah dengan Manusia - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Yabumi Aceh Mendukung Pemerintah Melestarikan Habitat Gajah Guna Mencegah Konflik Gajah dengan Manusia

Avatar

- Jurnalis

Senin, 25 Juli 2022 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh — Jurnalis Investigasi news.com– Menyikapi maraknya konflik gajah dengan manusia khususnya di wilayah Provinsi Aceh, Yayasan Bumiku Hijau (Yabumi) selaku kelompok pemerhati lingkungan hidup menyelenggarakan forum diskusi bertajuk “gajah vs manusia, sampai kapan? Melindungi TNGL guna keberlangsungan satwa liar”. Kegiatan yang digelar di Kota Banda Aceh itu diikuti sekitar 50 orang dengan narasumber: Diyus Hanafi (Kord. Advokasi Yabumi), Chik Rini (Co-Founder Forest Wildlife Society) dan Danurfan (Owner Leuser Coffee) di Banda Aceh, Senin, (25/7/2022).

Direktur Yabumi, Nurjanah Husein mengatakan Yabumi secara konsisten siap mendukung pemerintah melakukan langkah-langkah komprehensif dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai habitat alami gajah guna mencegah berulangnya konflik antara gajah dengan manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Kord. Advokasi Yabumi, Diyus Hanafi menyampaikan bahwa gajah adalah wakil dari problema lingkungan. Gajah mewakili alam dalam merasakan derita kerusakan lingkungan. Asal mula konflik gajah vs manusia akibat kebutuhan ekonomi manusia yang semakin meningkat. Advokasi terhadap satwa perlahan digerus oleh pemberitaan di media yang tidak peka terhadap permasalahan satwa. Pemerintah diharapkan open terhadap isu-isu satwa liar dan dilindungi. Di samping itu masyarakat harus mampu berpartisipasi dalam perumusan naskah perudang-undangan sehingga redaksional yang tidak berpihak kepada aspek perlindungan lingkungan hidup dapat dieliminir.

Baca Juga :  Bentuk Karakter Penerus Bangsa, Personel Satgas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Ajarkan Materi Wawasan Kebangsaan Di SMAN 1 Batang Lupar

Co Founder Forest Wildlife Society, Chik Rini mengatakan berkurangnya kawasan hutan, akibat maraknya pembalakan liar dan alih fungsi lahan oleh perusahaan perkebunan sawit, merupakan penyebab utama berkurangnya populasi gajah sumatera. Hilangnya populasi gajah Sumatera di Aceh sudah terjadi sejak tahun 1990-an dan jumlahnya saat ini diperkirakan hanya tinggal 500 ekor.

Gajah sebagai hewan penjelajah mampu menempuh perjalanan ratusan Kilometer. Kondisi sekarang banyak ditemukan jalur-jalur jelajah gajah yang sudah beralih fungsi, sehingga menyebabkan gajah keluar dari habitatnya untuk mencoba bertahan hidup. Kalau Aceh tidak bisa menyelamatkan hutannya sebagai habitat asli gajah maka kita akan menyusul daerah lain yang menjadi kantong-kantong gajah mengarah kepunahan.

Baca Juga :  Pemerintahan Pekon Banjar<br>Agung Kembali Bagi Kan BLT-DD Tahap Ke Tiga Untuk 92 KPM.

“Mengharapkan seluruh pihak dapat berperan aktif memulihkan kembali jalur jelajah gajah tersebut. Pemerintah pusat dan daerah juga harus memiliki mainset yang sama dalam mendukung upaya pelestarian habitat gajah dengan cara memperketat pemberian izin perkebunan sawit khususnya yang bersinggungan langsung dengan habitat gajah” ujarnya.

Danurfan menambahkan bahwa hampir 80 persen gajah berada di luar kawasan konservasi dan pasti terjadi konflik dengan manusia. Solusinya kembalikan ke habitat aslinya yang disambung dengan barier alami. Kalau habitatnya terjaga maka secara otomatis kelestarian gajah juga terjaga dan konflik dengan manusia dapat dihindari. Gajah dan manusia sebetulnya dapat hidup dengan berbagi ruang.

Untuk mencegah konflik gajah dengan manusia, kita bisa berkebun dengan tanaman produktif yang tidak disukai gajah tapi mendukung perekonomian masyarakat misalnya lemon dan kopi.

Semua pihak bisa berpartisipasi membantu pemerintah melestarikan habitat gajah dengan caranya masing-masing, misal melalui media lukisan, karya tulis, video maupun bernyanyi, tutupnya

Rhamdan/Red

Sumber Mio,I Jakarta Barat

Berita Terkait

Ahli Waris Keluhkan Birokrasi TPU Tegal Alur, Pemakaman Orang Tua Tertahan di Tengah Duka
Peringati Hari Santri Nasional, PP Santri Pasundan Silaturahmi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Hengki, S.I.K., M.H
Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Kepedulian, Salurkan Bantuan Sembako di TPA Maratus Tsaniah Bogor
Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Edukasi Belajar Sambil Bermain, Kenalkan Dunia Kepolisian Kepada Siswa RA Ibnu Hazar
Brimob Polda Metro Jaya Hadir untuk Kelancaran Lalu Lintas Sekitar SMPN 19 Bekasi
Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Hotel Kempinski Jelang 5th Conference on Creative Economy di Jakpus
Brimob Metro Jaya Sterilisasi Hotel Kempinski Jelang World Conference on Creative Economy 2026
Brimob Metro Jaya Bantu Penyeberang Jalan, Aktivitas Sekolah Lebih Aman
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:45 WIB

Ahli Waris Keluhkan Birokrasi TPU Tegal Alur, Pemakaman Orang Tua Tertahan di Tengah Duka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, PP Santri Pasundan Silaturahmi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Hengki, S.I.K., M.H

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Kepedulian, Salurkan Bantuan Sembako di TPA Maratus Tsaniah Bogor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Hadirkan Edukasi Belajar Sambil Bermain, Kenalkan Dunia Kepolisian Kepada Siswa RA Ibnu Hazar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Hotel Kempinski Jelang 5th Conference on Creative Economy di Jakpus

Berita Terbaru