Jakarta– Wakil Gubernur Jakarta, minta agar warga, terutama remaja ( Cibesut), untuk
berhenti tawuran dan bersama-sama membangun Jakarta menjadi lebih baik.
“Saya sedih denger kabar kampung ini ribut aje. Saya ngomong sama Bu Wali, sedih liat ribut mulu,” ujar Rano ketika menghadiri kegiatan Safari Ramadhan di wilayah Cipinang Besar Utara (Cibesut) Kecamatan Jagakarsa Jakarta Timur.
Menjalani masa kecil di wilayah Kepu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Pria yang akrab disapa Bang Doel Ini mengaku cukup memahami psikologi dan tantangan sosial warga di Cibesut, lantaran memiliki kemiripan karakteristik lingkungan.
Sebagai kelanjutan, Rano menegaskan siap menerima masukan dan membuka diri terhadap solusi warga Cibesut agar tidak lagi terjebak dalam fenomena tawuran
Rano juga menegaskan, kehadirannya dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen menyelesaikan persoalan warga.
“Saya harap kalau ada masalah, kita bicarakan dan cari solusi bersama. Saya minta tolong, dukung bareng-bareng untuk bangun Jakarta,” tuturnya dihadapan para pemuda binaan Walikota Jakarta Timur.
Ditambahkan Rano, dirinya bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk membangun Jakarta selama lima tahun kepemimpinan mereka.
Namun diakui Rano, komitmen membangun Jakarta yang direalisasikan dalam berbagai program dan kebijakan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat.
Sebab itu,Rano mengajak warga di Cipinang Besar Utara, khususnya generasi muda agar mendukung upaya pembangunan Jakarta.
Dukungan itu, menurutnya bisa dimulai dengan aksi setop tawuran.
“Ramadan ini menjadi momentum untuk membangun kebersamaan, tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, agama dan status sosial,” tukasnya.
Dalam acara ngabuburit bareng Bang Doel itu, selain dihadiri warga, juga dihadiri oleh Walikota Jakarta Timur Iin Mutmainah.
Iin mengatakan sejak tiga bulan belakangan Ia bersama jajaran kecamatan, kelurahan dan tokoh masyarakat telah melakukan pendekatan serta pembinaan. Hasilnya gratis data kejadian tawuran di wilayah Jakarta Timur, khususnya kawasan Cibesut telah menurun.
“Diharapkan ke depan tren kasus tawuran ini semakin menurun, hingga benar-benar tidak terjadi lagi,’ ucapnya.
Sebagai upaya lanjutan, Iin mengaku telah melibatkan komponen RT/RW untuk mendata warga dan mencari akar persoalan sosial pemicu tawuran tersebut.
Pendataan itu meliputi upaya mencari solusi persoalan warga, seperti memfasilitasi warga yang membutuhkan pendidikan melalui jalur formal atau kejar paket serta pelatihan kerja di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur.
Dilanjutkan Iin, program pelatihan kerja bagi warga Cibesut di PPKD Jakarta Timur direncanakan mulai setelah Idul Fitri 1446 H nanti.(Bj/Leman)







