slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

ETOS Indonesia Tantang PT Pupuk Indonesia: Berani Konfrontasi Terkait Dugaan Korupsi - JURNAL INVESTIGASI NEWS

ETOS Indonesia Tantang PT Pupuk Indonesia: Berani Konfrontasi Terkait Dugaan Korupsi

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Maret 2025 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bandung – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, dengan tegas mengkritik langkah PT Pupuk Indonesia yang melakukan klarifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait isu dugaan korupsi.

Menurutnya, tindakan tersebut hanya bentuk sandiwara untuk membangun citra bersih, padahal ada dugaan kuat perampokan uang negara senilai Rp8,3 triliun yang melibatkan petinggi perusahaan tersebut.

“Membuat klarifikasi ke KPK dan Kejagung atas berita yang ramai selama ini buat apa? Lalu membuat MoU mendukung dua lembaga itu dalam pemberantasan korupsi juga buat apa? Habis merampok uang negara, terus kalian bertindak seolah malaikat palsu yang bersih? Ini lucu, seperti dagelan yang disajikan kepada publik,” tegas Iskandarsyah saat berbicara di Bandung, Sabtu (15/3/2025).

Iskandarsyah juga menantang PT Pupuk Indonesia untuk berhadapan langsung dengannya beserta tim yang memiliki data terkait dugaan korupsi tersebut.

Baca Juga :  Berhasil Bongkar Kasus Upal, Polres Sukoharjo Mendapat Penghargaan dari Bank Indonesia

“Kalau mau klarifikasi, ya sama-sama nanti bersama saya dan kawan-kawan, di hadapan kita selaku pemegang data atas perampokan uang negara sebesar Rp8,3 triliun. Wong kita yang punya kok datanya!” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa klarifikasi yang dilakukan PT Pupuk Indonesia ke KPK dan Kejagung tidak memiliki dasar objektif, kecuali jika ada konfrontasi langsung dengan pihak yang memiliki bukti.

“Kalau tiba-tiba hadir ke KPK dan Kejagung lalu klarifikasi kalian bersih, itu subjektif. Kalau memang siap dikonfrontir bersama kami, maka kami akan siap kapan pun! Tapi konsekuensinya, PT Pupuk Indonesia harus mengakui tindak pidana itu dan siap menerima sanksinya,” tantang Iskandarsyah.

Iskandarsyah dan timnya terus mendorong Presiden Prabowo Subianto agar segera menginstruksikan Jaksa Agung untuk memeriksa Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia. Ia menegaskan bahwa dua orang ini harus segera ditetapkan sebagai tersangka, terlepas dari kedekatan mereka dengan salah satu eksekutif pembantu Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Ketua LSM Barak Indonesia David Candra Bersama Jajaran Audiensi Dengan Kesbangpol Prov DKI Jakarta

“Sekali lagi saya sampaikan, ini uang negara, uang rakyat, bukan uang nenek moyang mereka-mereka!” ujarnya dengan nada keras.

Meski begitu, Iskandarsyah tetap optimis mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dalam upaya bersih-bersih dari korupsi.

“Kita masih optimis mendukung Pak Prabowo, Jaksa Agung, dan Kapolri dalam setiap penanganan hukum di negara ini. Rakyat sudah cukup dan sering disakiti, jadi jangan buat kemarahan rakyat menjadi besar dan akhirnya meletup,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar Indonesia benar-benar melawan segala bentuk kejahatan perampokan uang negara di era kepemimpinan Prabowo. (Wly)

Berita Terkait

Brimob Metro Jaya Bubarkan Dugaan Balap Liar di Jaktim, 4 Motor Diamankan
Brimob Metro Jaya Amankan 2 Pemuda Bawa Celurit yang Diduga Hendak Tawuran di Cakung
Brimob Polda Metro Jaya Santuni 23 Anak Yatim, Gelar Doa Bersama dan Jumat Berkah
Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi GBK Jelang Laga ASEAN Cup 2026
Brimob dan Polwan Polda Metro Bagikan Roti untuk Massa Hari Tani, Suasana Aksi Tetap Kondusif
Brimob Patroli Malam di Jakbar, Kamtibmas Terjaga hingga Dini Hari
Brimob Meto Jaya Patroli Semalaman , Cegah Tawuran dan Balap Liar di Bekasi
Brimob Patroli Malam di Tangsel, Sejumlah Ruas Jalan Disisir hingga Subuh
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:27 WIB

Brimob Metro Jaya Bubarkan Dugaan Balap Liar di Jaktim, 4 Motor Diamankan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:21 WIB

Brimob Metro Jaya Amankan 2 Pemuda Bawa Celurit yang Diduga Hendak Tawuran di Cakung

Jumat, 25 September 2026 - 19:52 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Santuni 23 Anak Yatim, Gelar Doa Bersama dan Jumat Berkah

Jumat, 25 September 2026 - 15:14 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi GBK Jelang Laga ASEAN Cup 2026

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

Brimob dan Polwan Polda Metro Bagikan Roti untuk Massa Hari Tani, Suasana Aksi Tetap Kondusif

Berita Terbaru