slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Dua Pelaku TPPO Di Ringkus Polisi - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Dua Pelaku TPPO Di Ringkus Polisi

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 17 Mei 2023 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- Dua pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap warga negara Indonesia (WNI) ke Myanmar, berhasil di ungkap aparat kepolisian.
Keduanya berperan sebagai perekrut para WNI.

Dua tersangka yang diamankan polisi bernama Andri Satria Nugraha dan Anita Setia Dewi.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, keduanya merekrut sebanyak 16 WNI yang dikirim dan dipekerjakan di Myanmar.

“Kita ketahui bahwa dari 20 korban yang kemarin sempat viral itu 16 orang direkrut Saudara Andri dan Anita,” kata Djuhandhani dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2023).

Selain itu, dia menduga korban kasus TPPO di Myanmar bukan hanya 20 WNI.

Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan ada 25 WNI yang menjadi korban TPPO di Myanmar.

Dia mengatakan 5 dari 25 korban WNI tersebut telah melarikan diri lebih dulu dan kini tengah berada di KBRI di Bangkok. Lima orang lainnya pun mengalami tindakan yang sama, seperti disekap hingga disetrum.

Baca Juga :  Rumah Transaksi Narkoba IRT Diamakna Sat Resnarkoba Polres Langsa

“Di KBRI di Thailand, di Bangkok, itu kita dapatkan lima orang, di mana lima orang itu sudah kabur dari perusahaan yang sama tempat 20 orang itu disekap. Jadi lima orang itu sudah kabur duluan dan diperlakukan dengan sama, mereka berhasil kabur sendiri dari perusahaan di mana dia disekap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djuhandhani menyebut pihaknya tengah mendalami seorang berinisial ER yang diduga menjadi perekrut terhadap 9 dari 25 WNI ke Myanmar.

“Kemudian yang 9 sudah kita datakan (direkrut) atas nama ER. Ini sedang kami upayakan pembuktian untuk segera kita lakukan penegakan hukum,” ucapnya.

Djuhandhani menuturkan, para pelaku melancarkan aksinya dengan menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi. Selain itu, pelaku mengiming-imingi fasilitas yang menggiurkan kepada para korban.

Baca Juga :  Tidak Terima Anaknya Dianiaya, Ortu Korban Polisikan Oknum ASN DLH Lahat

Para korban dijanjikan sebagai marketing operator online dengan gaji antara Rp 12 juta sampai Rp 15 juta dan ada komisi apabila mencapai target,” jelasnya.

Namun, ternyata mereka justru dipekerjakan di perusahaan scamming online milik warga China di Myanmar. Bahkan, mereka kerap mendapat perlakuan buruk, khususnya jika tidak mencapai target.

“Mana kala para korban tidak mencapai target mereka akan diberi sanksi potongan gaji termasuk tindakan dan kekerasan fisik berupa dijemur, squat jump dan lain-lain bahkan ada yang menerima pemukulan disetrum dan dikurung,” ungkap Djuhandhani.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan polisi yang dibuat keluarga WNI korban perdagangan orang di Myanmar. Mereka melaporkan perekrut ke Bareskrim pada Selasa (2/5) lalu.

Berita Terkait

Operasi Malam Polsek Jatinegara Jadi Langkah Preventif Tekan Angka Kriminalitas
Polsek Benda Sisir Titik Rawan Kejahatan, Dua Kendaraan Tanpa Dokumen Diamankan
Polsek Jatinegara Gelar Operasi Cipta Kondisi, Antisipasi Begal dan Tawuran
Oknum Advokat Diduga Terlibat Kekerasan, Citra Profesi Dipertaruhkan
KPKB Siap Laporkan Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ke APH, Dugaan Korupsi PUPR Lebak Rp 8,3 Miliar Disorot
Ditjen KPM Kemkomdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Diskusi Publik: Bijak Digital Tanpa Judi Online
Diduga Intimidasi Nasabah, Oknum Debt Collector Koperasi di Matraman Resahkan Warga
GPI Subang Soroti Ancaman terhadap Kebebasan Pers
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:58 WIB

Operasi Malam Polsek Jatinegara Jadi Langkah Preventif Tekan Angka Kriminalitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:08 WIB

Polsek Benda Sisir Titik Rawan Kejahatan, Dua Kendaraan Tanpa Dokumen Diamankan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Cipta Kondisi, Antisipasi Begal dan Tawuran

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:25 WIB

Oknum Advokat Diduga Terlibat Kekerasan, Citra Profesi Dipertaruhkan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPKB Siap Laporkan Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ke APH, Dugaan Korupsi PUPR Lebak Rp 8,3 Miliar Disorot

Berita Terbaru