slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

GARDU Pulih Korban Gugat Negara Rp5 Triliun, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Anak Korban - JURNAL INVESTIGASI NEWS

GARDU Pulih Korban Gugat Negara Rp5 Triliun, Soroti Dugaan Pengabaian Hak Anak Korban

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cibinong, jurnalisinvestigasinews.com – Tim Advokasi GARDU Pulih Korban resmi mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad) ke Pengadilan Negeri Cibinong, Kamis (30/4/2026).

Tim advokasi yang terdiri dari Aliansi Taktis Robbani Kaban & Partners, AAU & Rekan, serta LBH Perempuan dan Anak tersebut menggugat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, hingga Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Dalam petitumnya, tim menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp1 dan ganti rugi immateriil sebesar Rp5 triliun. Nilai fantastis tersebut disebut bukan semata nominal, melainkan simbol protes keras atas dugaan kegagalan negara dalam memberikan perlindungan dan keadilan bagi anak korban kekerasan.

Tim Advokasi menilai terdapat sejumlah persoalan serius dalam penanganan perkara yang menimpa Cantika Melinda, yang disebut sebagai anak korban.

Baca Juga :  Polres Pringsewu Polda Lampung Menggelar Bakti Sosial Riligi Dalam Rangka Menyambut HUT Bhayangkara -76

Beberapa poin yang disoroti antara lain dugaan pengabaian rekam jejak terdakwa yang disebut sebagai residivis kasus serupa, tidak dimasukkannya hak restitusi korban dalam tuntutan jaksa, hingga proses persidangan yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi prinsip due process of law.

Selain itu, tim advokasi juga menyinggung adanya dugaan praktik tidak patut dalam proses hukum, termasuk indikasi intimidasi serta permintaan “uang koordinasi” oleh oknum tertentu. Namun demikian, tudingan tersebut ditegaskan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Juru Bicara Tim Advokasi, Ahmad Rizky Robbani Kaban, menyatakan bahwa gugatan ini merupakan bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka nilai sebagai reviktimisasi korban oleh sistem hukum.

“Hari ini kami tidak hanya menggugat individu, tetapi juga menggugat arogansi kekuasaan yang dinilai telah mengabaikan hak-hak korban. Ini adalah panggilan moral agar hukum benar-benar berdiri di sisi keadilan,” ujarnya.

Baca Juga :  Polsek Jatinegara Gelar Operasi Cipta Kondisi, Antisipasi Begal dan Tawuran

Tim Advokasi juga mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor apabila ditemukan pelanggaran etik maupun hukum.

Selain itu, perhatian juga diminta dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Komisi III DPR RI agar turut mengawasi jalannya proses hukum secara objektif dan transparan.

Melalui gerakan #KeadilanUntukCantika dan #GardaPulihKorban, tim advokasi mengajak masyarakat untuk ikut mengawal perkara ini demi memastikan hak-hak korban mendapatkan perlindungan yang layak di hadapan hukum.

Menurut mereka, perkara ini menjadi ujian penting bagi komitmen negara dalam menegakkan keadilan, khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan.

Berita Terkait

Tagline Baru Polri: “Polisi Bersama Masyarakat”, Simbol Pengabdian yang Selalu Bersama Rakyat
Di HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Tegaskan: TNI Milik Rakyat, Harus Selalu Dekat
Penyusunan DH RKP Desa 2028: Musrenbang Rawa Burung, Aspirasi Warga di Depan Mata
Fun Run Wali Kota Jakarta Barat 2026 – Dari Berolahraga Lahir Kebersamaan yang Lebih Kuat
Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota Gelar Lomba Melukis untuk Meriahkan HUT RI ke-81
Kampung Bahari Digerebek BNN: ‘Bos Gendut’ Ditangkap, Aset Senilai Hampir Rp40 Miliar Dibongkar
Semarak Kemerdekaan: Iin Mutmainnah Turun Langsung Bagikan 8.000 Bendera Merah Putih
Hadapi Love Scamming di Era Digital, Polri Gelar Dialog Penguatan Internal
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Tagline Baru Polri: “Polisi Bersama Masyarakat”, Simbol Pengabdian yang Selalu Bersama Rakyat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Di HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Tegaskan: TNI Milik Rakyat, Harus Selalu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Penyusunan DH RKP Desa 2028: Musrenbang Rawa Burung, Aspirasi Warga di Depan Mata

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Fun Run Wali Kota Jakarta Barat 2026 – Dari Berolahraga Lahir Kebersamaan yang Lebih Kuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota Gelar Lomba Melukis untuk Meriahkan HUT RI ke-81

Berita Terbaru