slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih - JURNAL INVESTIGASI NEWS

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, JATA Desak PAM Jaya Perkuat Kesiapan Air Bersih

Avatar

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA jurnalisinvestigasinews.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal mulai April, dengan durasi lebih panjang dan kondisi yang cenderung lebih kering dari biasanya.

Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September, dengan sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia mengalami puncaknya pada Agustus. BMKG juga mengingatkan potensi kekeringan ekstrem serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, seiring peralihan menuju fase netral hingga El Nino.

Menanggapi hal tersebut, Koalisi Jaga Air Tanah Jakarta (JATA) mendesak PAM Jaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga ibu kota.
Anggota Presidium JATA yang juga Ketua Pemuda Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto, menegaskan bahwa potensi lonjakan kebutuhan air selama musim kemarau harus diantisipasi sejak dini.
“PAM Jaya tidak bisa menunggu krisis terjadi. Harus ada pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan suplai, serta solusi cepat bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air alternatif,” ujar Ervan, Senin (30/3/2026).

Baca Juga :  Gelar Vaksinasi di Candi Borobudur, Kapolri: Percepatan di Tempat Wisata yang Interaksi Tinggi

Ia menekankan pentingnya langkah konkret seperti pemetaan sumber air baku baru sebagai bagian dari mitigasi. Menurutnya, penurunan suplai air berpotensi menurunkan tekanan distribusi hingga berdampak langsung pada layanan di tingkat rumah tangga.
Selain itu, Ervan juga mendorong penyediaan solusi alternatif, seperti penambahan tandon dan distribusi tangki air bersih di wilayah rawan.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, khususnya dalam pengawasan penggunaan air tanah oleh sektor komersial.
“Eksploitasi air tanah yang berlebihan oleh gedung-gedung bertingkat dapat memperparah krisis air saat kemarau, sekaligus mempercepat penurunan muka tanah di Jakarta,” tegasnya.
Ia meminta agar pengawasan diperketat, sehingga tidak terjadi ketimpangan saat masyarakat kesulitan air bersih, sementara sektor tertentu masih menggunakan air tanah tanpa kontrol.

Baca Juga :  Diduga pencuri Besi Jendela di tangkap polisi 3 Pria di kota Langsa

Ervan menambahkan, peringatan dini dari BMKG harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk berbenah dan memperkuat sistem mitigasi.
“Dengan langkah antisipatif sejak sekarang, pelanggan PAM Jaya diharapkan tetap terlayani dengan baik. Ini juga penting untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam upaya mencapai target 100 persen layanan perpipaan pada 2029,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ditjen KPM Kemkomdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Diskusi Publik: Bijak Digital Tanpa Judi Online
Alwiyah Ahmad Desak Pemerintah Tingkatkan Pengawasan dan Standar Daycare
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Bawaslu DKI Jakarta Kolaborasi dengan Praktisi Hukum DPN PERADI SAI.
IWSS Gelar Halal Bihalal dan Peringati Hari Kartini, Tegaskan Perempuan Tangguh dan Soliditas Organisasi
Semarak Hari Kartini 2026 di SD Angkasa 12 Halim, Kreativitas Siswa Bersinar Lewat Ragam Lomba
Alwiyah Ahmad: Semangat Kartini Harus Terus Diperjuangkan untuk Perempuan dan Anak
BUMD Leaders Forum 2026: Dorong Konsolidasi dan Perkuat Peran BUMD Menuju Jakarta Global City
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:55 WIB

Ditjen KPM Kemkomdigi dan Komisi I DPR RI Gelar Diskusi Publik: Bijak Digital Tanpa Judi Online

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 21 April 2026 - 14:06 WIB

Bawaslu DKI Jakarta Kolaborasi dengan Praktisi Hukum DPN PERADI SAI.

Selasa, 21 April 2026 - 14:01 WIB

IWSS Gelar Halal Bihalal dan Peringati Hari Kartini, Tegaskan Perempuan Tangguh dan Soliditas Organisasi

Selasa, 21 April 2026 - 12:12 WIB

Semarak Hari Kartini 2026 di SD Angkasa 12 Halim, Kreativitas Siswa Bersinar Lewat Ragam Lomba

Berita Terbaru