slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Rekor Terbaru, Wabah Penyakit Langka & Mematikan Landa Jepang - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Rekor Terbaru, Wabah Penyakit Langka & Mematikan Landa Jepang

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 16 Maret 2024 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Japan, — Lonjakan Kasus penyakit langka dan mematikan melanda Jepang. Bahkan, angka infeksinya telah mencapai rekor terbaru.

Wabah yang melanda merupakan bentuk penyakit streptokokus grup A, Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS). Penyakit streptokokus ini diketahui sangat menular, menimbulkan lonjakan kasus di Negeri Sakura.

Angka sementara yang dikeluarkan Institut Penyakit Menular Nasional Jepang (NIID) mencatat 941 kasus STSS dilaporkan pada tahun lalu. Dalam dua bulan pertama tahun 2024, 378 kasus telah tercatat, dengan infeksi teridentifikasi di semua prefektur kecuali dua dari 47 prefektur di Jepang.

NIID mengatakan meski penyakit ini lebih banyak menyerang orang lanjut usia. Namun angka kematiannya lebih besar di golongan penduduk di bawah 50 tahun.

Surat kabar Asahi Shimbun melaporkan dari 65 orang berusia di bawah 50 tahun yang didiagnosis STSS antara Juli dan Desember 2023. Sekitar sepertiganya atau 21 orang, meninggal.

Baca Juga :  Dukung Giat Posyandu, Wakil Ketua RW 014 H Lili Sutarli Lakukan Pemantauan Pos Yandu Mawar 2

“Masih banyak faktor yang tidak diketahui mengenai mekanisme di balik bentuk streptokokus fulminan (parah dan tiba-tiba), dan kami belum berada pada tahap untuk menjelaskannya,” kata NIID sebagaimana media Inggris The Guardian menulis, Jumat (15/3/2024).

Sebagian besar kasus STSS disebabkan oleh bakteri yang disebut streptococcus pyogenes. Lebih dikenal sebagai radang A, penyakit ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan, terutama pada anak-anak, dan banyak orang mengidap penyakit ini tanpa menyadarinya dan tidak menjadi sakit.

Bakteri ini dalam beberapa kasus ditemukan dapat menimbulkan penyakit serius, komplikasi kesehatan, dan kematian, terutama pada orang dewasa di atas 30 tahun. Sekitar 30% kasus STSS berakibat fatal.

Baca Juga :  Polisi Cek Deteksi Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak di kota Langsa

Orang lanjut usia dapat mengalami gejala seperti pilek, namun dalam kasus yang jarang terjadi, gejalanya dapat memburuk hingga mencakup radang tenggorokan, radang amandel, pneumonia, dan meningitis. Dalam kasus yang paling serius, hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan nekrosis.

Beberapa ahli percaya peningkatan pesat kasus pada tahun lalu terkait dengan pencabutan pembatasan yang diberlakukan selama pandemi virus corona. Pada bulan Mei 2023, Tokyo menurunkan status Covid-19 dari kelas dua menjadi kelas lima, sehingga secara hukum setara dengan flu musiman.

Langkah ini juga mendorong masyarakat untuk menurunkan kewaspadaan mereka. Pemerintah juga tidak dapat lagi memerintahkan orang yang terinfeksi untuk tidak bekerja atau merekomendasikan rawat inap.

Berita Terkait

Brimob Polda Metro Jaya Raih 2 Emas dan 1 Perak di Tangerang Kickboxing Open Championship 2026
Brimob Polda Metro Jaya Cepat Tanggap Kerahakan AWC Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Pulogadung
Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Golden Jubilee ke-50 di Indonesia Arena Senayan
Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Stadion Patriot Jelang Laga Adhyaksa FC Bekasi vs PSGC Ciamis
Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Safari Dakwah Habib Umar di Cidodol
Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Konser Avenged Sevenfold di JIS
Brimob Bubarkan Tawuran di Jakut, 3 Pemuda Diamankan Bawa 2 Celurit
Brimob Metro Jaya Amankan 2 Pemuda dan Ketapel Saat Patroli di Jaktim
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Raih 2 Emas dan 1 Perak di Tangerang Kickboxing Open Championship 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Cepat Tanggap Kerahakan AWC Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Pulogadung

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Golden Jubilee ke-50 di Indonesia Arena Senayan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi Stadion Patriot Jelang Laga Adhyaksa FC Bekasi vs PSGC Ciamis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Safari Dakwah Habib Umar di Cidodol

Berita Terbaru