slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Marak Penipuan Kuras Isi Rekening Bank, Warga Harus Hati Hati, Ini Imbauan Kapolres Sragen - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Marak Penipuan Kuras Isi Rekening Bank, Warga Harus Hati Hati, Ini Imbauan Kapolres Sragen

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 21 September 2022 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLRES SRAGEN,Jurnalisinvestigasinews.com – Maraknya penipuan dengan modus mengaku sebagai petugas bank di kabupaten Sragen, membuat jajaran Kepolisian khususnya Polres Sragen harus bertindak cepat dan tepat, dengan menghimbau kepada seluruh warga Sragen agar senantiasa berhati hati dan waspada.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama mengaku telah menerima laporan pengaduan dari beberapa warga Sragen yang menjadi korban penipuan, sehingga rekening tabungan korban yang berada di bank terkuras habis.

Setelah korban berkomunikasi dengan orang yang diduga sebagai penipu dengan modus mengaku sebagai petugas bank, korban selanjutnya memberikan nomor rekening serta data diri lainnya untuk melengkapi prosedur yang di ajukan.

Dari pengakuan 6 pengadu yang menjadi korban perkara penipuan pembobolan rekening, yang telah datang ke Mapolres Sragen sepanjang bulan September 2022, selanjutnya korban tiba tiba merasa ada transaksi tak dikenal yang menguras seluruh isi rekening milik korban.

Sejauh ini, korban para pelapor, merasa tidak melakukan transaksi baik mobile banking ataupun secara langsung transfer di mesin ATM.

Namun, isi rekening korban terkuras, dan rata rata habis, dengan beberapa kali transaksi di dalamnya.

Baca Juga :  Sang Pejuang  Agus Mandor Setiap hari Jum'at tidak pernah lupa Berbagi untuk Dhuafa dan Fakir miskin

Menanggapi akan hal itu, AKBP Piter menghimbau, agar warga senantiasa berhati hati dan waspada manakal ada pihak pihak tertentu, yang menginformasikan bahwa masyarakat menerima hadiah, sayembara, baik yang berwujud barang ataupun sejumlah uang, jangan langsung percaya.

Cek ricek dan kroscek, segera laporkan ke Polres ataupun Polsek, karena saat ini sedang marak penipuan, apalagi seolah olah hadiah itu akan di kirim ke rekening yang bersangkutan, kemudian pihak penipu meminta nomor rekening atau meminta pasport dan data diri lainnya, seolah olah menjadi bagian dari prosedur, maka itu jangan pernah di berikan.

Karena dari data yang kami telusuri, bahwa per bank kan prosedurnya tidak seperti itu. Tidak pernah karyawan bank meminta nomor rekening nasabah bank, meminta pasport nasabah.

Warga Sragen juga dihimbau untuk sangat berhati hati dan mewaspadai modus modus penipuan berkedok pinjaman online (pinjol) yang bertujuan menguras isi tabungan.

Aksi ini juga tengah marak terjadi. Belakangan ada dua pelapor yang menjadi korban berkedok pinjol tersebut.

Baca Juga :  Pujut Rawan Narkoba_Seorang Pengedar Tertangkap lagi

Dari para pelapor, seorang warga bernama intan asal Sidoharjo Sragen mengaku telah menjadi korban penipuan bermodus pinjol tersebut.

Dia datang ke Mapolres Sragen pada Selasa, 2 September 2022, untuk melaporkan bahwa rekening tabungannya telah habis, padahal intan yang seorang mahasiswi ini mengaku sama sekali tidak melakukan transaksi apapun.

Setelah ditelusuri, intan mengaku pernah berkomunikasi dengan orang tak dikenal yang mengaku sebagai peminjam uang secara online.

Setelah melakukan beberapa prosedur yang diajukan pihak pinjol, mendadak tabungan intan sebanyak belasan juta rupiah malah tersedot habis.

Modusnya pelaku memancing korban dengan mengirimkan bukti transfer dari pinjaman yang diajukan oleh korban. Namun proses pengambilan mengalami kendala, sehingga intan harus melalui beberapa prosedur, termasuk mengirimkan nomor rekening serta data dirinya.

Kasus yang menimpa intan dan beberapa pelapor lainnya saat ini tengah didalami Satuan Reserse Kriminal Polres Sragen untuk dapat menemukan pelaku penopuan dengan berbagai modus tersebut.
(Humas / Vio Sari )

Berita Terkait

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus
FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026
Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik
Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
PJBW Gandeng FORWAN, Aksi Jumat Berkah Wartawan Makin Meluas
Percepatan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat, Kepercayaan Publik Perlu Terus Dijaga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:44 WIB

Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:28 WIB

FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:41 WIB

Hardiknas 2026: Kesejahteraan Dosen Disorot, SPK Desak Reformasi Perlindungan Pekerja Kampus

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

FPPJ Optimistis Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1 2025/2026

Selasa, 7 April 2026 - 20:14 WIB

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Jadi Momentum Evaluasi Holistik

Berita Terbaru

Kebijakan publik

JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:27 WIB