slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Korban Tabrak Lari di Sragen Akui Sebarkan Hoax Telah Dibacok, Dianiaya Oleh Pengendara Avanza Yang Melarikan Diri - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Korban Tabrak Lari di Sragen Akui Sebarkan Hoax Telah Dibacok, Dianiaya Oleh Pengendara Avanza Yang Melarikan Diri

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 3 Februari 2023 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLRES SRAGEN –  Fakta baru terkait peristiwa pembacokan, penganiayaan terhadap salah satu korban kecelakaan tabrak lari yang juga warga perguruan silat, Kapolres Sragen Polda Jateng AKBP Piter Yanottama menyatakan dengan tegas bahwa itu tidak benar dan hanya hoax semata.

Pernyataan beredarnya hoax telah terjadi pembacokan, penganiayaan pasca kecelakaan itu langsung disampaikan oleh korban laka lantas selamat, yang juga telah menebar hoax yakni Topik Mulya Pradana.

Saat menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya menebarkan berita bohong tersebut, Topik juga didampingi oleh Ketua Cabang PSHT P 17 Sunarto, Wakil Ketua 1 Ari, serta Ketua PSHT P 16 Suwarto wakil ketua Solikhin serta Joko selaku Sekretaris PSHT.

“Fakta ini harus diketahui oleh masyarakat bahwa terkait informasi adanya pembacokan, penganiayaan oleh perguruan tertentu, atau menyebut nama tertentu itu tidak benar, yang benar adalah peristiwa tabrak lari murni kecelakaan lalu lintas, sehingga atas kejadian ini kami akan fokus mencari keberadaan mobil tersebut untuk mencari orang yang melakukan tabrak lari tersebut, “ ujar Kapolres usai menggelar Konferensi Pers didampingi sejumlah ketua perguruan silat PSHT, Kamis (02/02/2023).

Kapolres Sragen dengan tegas menyatakan bahwa penganiayaan berupa pembacokan terhadap korban kecelakaan di Sragen, adalah hoax dan tidak benar adanya.

Issu penganiayaan serta pembacokan, justru sengaja diedarkan oleh korban selamat bernama Topik Mulya Pradana, (21) warga Karanganyar, lantaran merasa kesal akan peristiwa yang menimpa adiknya, hingga meninggal dunia tersebut.

Baca Juga :  Satgas Yonif 407/PK Tumpas Terorisme Di Wilayah Tegal

Sebelumnya Topik menebar cerita palsu bahwa setelah dirinya sengaja ditabrak oleh seseorang dengan menggunakan kendaraan jenis Avanza, mengakibatkan saudaranya bernama Kordiyanto, (21) warga  Karanganyar, langsung meninggal di TKP, selanjutnya penumpang yang ada di mobil Avanza tersebut keluar, melakukan pembacokan serta penganiayaan, ternyata hanyalah skenario atau karangan Topik Mulya Pradana semata untuk mendapatkan simpati.

Parahnya video skenario penganiayaan terhadap diri Topik oleh kelompok tertentu tersebut  sempat viral di media sosial dan membuat amarah sesama warga perguruan setia hati terate, yang sontak melakukan konvoi aksi solidaritas menuntut keadilan di Sragen.

Atas perkara tersebut, Kepolisian kemudian melakukan investigasi perkara ini, hingga akhirnya Topik Mulya Pradana dengan sadar dan tanpa paksaan mengakui perbuatannya telah membuat berita hoax, tentang penganiayaan terhadap dirinya, serta saudaranya yang menjadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan tabrak lari.

Pengakuan Topik Mulya Pradana didasari pula dengan bukti visum et repertum yang dikeluarkan oleh RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, bahwa luka-luka yang dialami oleh baik pada korban meninggal dunia ataupun atas diri Topik Mulya Pradana, tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada sayatan senjata tajam.

Setelah dilakukan olah TKP, ada kesimpang siuran dalam olah kejadian laka lantas tersebut, sehingga hal itu membuat petugas kemudian melakukan investigasi terhadap korban Topik Mulya Pradana.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan, korban Topik Mulya Pradana tak hanya dinyatakan teler karena minuman keras, namun hasil pemeriksaan urine juga dinyatakan positif menggunakan pil koplo, atau dalam kondisi teler setelah mabuk meminum obat keras jenis tertentu.

Baca Juga :  Jurnalis Harus Menjunjung Tinggi Kode Etik Serta Menjaga Kredibilitasnya Sebagai Wartawan.

“ Dari peristiwa diatas, saat korban jalan bersama-sama dengan rekan-rekannya di wilayah Sragen dalam kondisi masih mabuk, akhirnya dia tertabrak oleh mobil di duga Avanza yang kemudian kabur tersebut. Jadi peristiwa ini murni kecelakaan, dan tidak ada penganiayaan seperti yang disampaikan oleh Topik Mulya Pradana, “ ungkap Kapolres.

Atas fakta tersebut, Topik akhirnya menyatakan permohonan maaf di depan khalayak, bahwa dia telah menyebarkan berita yang tidak benar, baik melalui media sosial ataupun grub-grub PSHT.

“Jadi tidak ada pembacokan, tidak penganiayaan, tidak ada orang keluar dari Avanza untuk melakukan penganiayaan, yang benar adalah, setelah ditabrak kemudian mobil avanza tersebut langsung lari, “ kata Topik dalam pernyataannya didampingi ketua perguruan PSHT.

Kapolres menambahkan, “ Ini menjafi fakta terbaru, yang harus diketahui oleh masyarakat yang akan kami tindak lanjuti, akan kami sampaikan kepada masyarakat bahwa terkait informasi adanya pembacokan, penganiayaan oleh perguruan tertentu, atau menyebut nama tertentu itu tidak benar, yang benar adalah peristiwa tabrak lari murni kecelakaan lalu lintas, sehingga atas kejadian ini kami akan fokus mencari keberadaan mobil tersebut untuk mencari orang yang melakukan tabrak lari tersebut, “ ujar Kapolres, didampingi sejumlah ketua perguruan silat PSHT, Kamis (02/02/2023).

(Humas Polres Sragen Polda Jateng / Vio Sari )

Berita Terkait

Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Tambora Bergerak ! Warga Jakarta Barat Bahu-Membahu Lawan Ancaman Si Jago Merah
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah Kunjungi Pesta Rakyat di Lapangan Persima Kalianyar Tambora
Peringati Hari Kemerdekaan Ke-81 RI, Pengurus RW 011 Tegal Alur Gelar Upacara Bendera
Warga Keluhkan Kekeringan, Polresta Tangerang Segera Salurkan Bantuan Air Bersih ke Puri Harmoni 2 Extension
Tim Buser Polsek Kalideres Tangkap Jambret Spesialis Anak-anak, Motifnya Beli Sabu
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Tujuh Tahun Mengabarkan Kebenaran, Media Lensa Polri Rayakan HUT dengan Santunan Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Tambora Bergerak ! Warga Jakarta Barat Bahu-Membahu Lawan Ancaman Si Jago Merah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah Kunjungi Pesta Rakyat di Lapangan Persima Kalianyar Tambora

Berita Terbaru