slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

GMNI Jakarta Kepung Istana–Kemlu, Tolak ART Indonesia–AS: “Ini Diplomasi Berlutut” - JURNAL INVESTIGASI NEWS

GMNI Jakarta Kepung Istana–Kemlu, Tolak ART Indonesia–AS: “Ini Diplomasi Berlutut”

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Jakarta melayangkan nota keberatan strategis kepada Presiden, Menteri Luar Negeri, dan DPR RI. Mereka menolak Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat yang dinilai bukan sekadar perjanjian dagang, melainkan instrumen ketergantungan baru.

 

Di depan Gedung Kementerian Luar Negeri, Ketua DPD GMNI Jakarta Deodatus Sunda Se menyebut perjanjian tersebut sebagai bentuk “diplomasi berlutut”

 

“Marhaenisme mengajarkan berdikari. Tapi melalui ART ini, ekonomi rakyat justru diletakkan dalam orbit kapitalisme global. Ini bukan kerja sama setara, ini relasi subordinasi,” ujar Deodatus, Selasa, 24 Februari 2026.

 

Bagi GMNI Jakarta, perjanjian ini menyentuh jantung ideologi organisasi yang bertumpu pada ajaran Bung Karno tentang pembebasan kaum marhaen dari eksploitasi struktural.

 

Ancaman bagi Petani dan Landreform

 

Sekretaris DPD GMNI Jakarta, S. Abraham Christian, menilai dampak paling serius dari ART akan terasa di sektor pangan dan agraria. Ia menyoroti potensi banjir komoditas impor bersubsidi dari Amerika Serikat yang dikhawatirkan memukul petani kecil.

Baca Juga :  Kapolres Pesawaran Kunjungi Keluarga Korban Dukun Viral Pengganda uang

 

“Bagaimana kita bicara kedaulatan pangan jika pasar domestik dibuka lebar tanpa perlindungan? Ini bisa menjadi lonceng kematian bagi semangat landreform,” kata Abraham.

 

Menurut dia, tekanan impor dan standar perdagangan baru akan mempercepat konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri atau proyek energi. Dalam pandangannya, situasi ini bertolak belakang dengan semangat Undang-Undang Pokok Agraria 1960.

 

Abraham juga menyinggung klausul yang dinilai menciptakan ketergantungan struktural pada produk transportasi dan energi dari Amerika Serikat.

 

“Kita berisiko diposisikan sebagai pasar permanen. Padahal Pasal 33 UUD 1945 jelas menekankan penguasaan cabang produksi penting oleh negara untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.

 

Kritik atas Arah Diplomasi

 

GMNI Jakarta menyebut perjanjian tersebut sebagai bentuk imperialisme ekonomi modern. Dalam nota keberatannya, mereka menyoroti tiga hal: potensi marginalisasi petani dan pelaku usaha kecil, ancaman terhadap kedaulatan agraria, serta pembatasan ruang gerak politik luar negeri Indonesia.

Baca Juga :  Babinsa Cengkareng Barat Ikuti Pelatihan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Sudin Kebakaran Jakbar

 

Organisasi mahasiswa itu juga merujuk pada putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 20 Februari 2026 yang menyatakan tarif resiprokal melanggar hukum. Putusan tersebut, menurut mereka, menjadi alasan kuat bagi pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi bahkan menghentikan proses ratifikasi.

 

GMNI Jakarta mendesak pemerintah mengirimkan notifikasi terminasi perjanjian, mengembalikan orientasi ekonomi pada prinsip berdikari, dan meninjau ulang keterlibatan Indonesia dalam forum internasional yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional.

 

Konsolidasi Akar Rumput

 

Di akhir pernyataannya, Deodatus menyebut GMNI akan menggalang konsolidasi mahasiswa dan elemen rakyat.

 

“Kalau negara tidak berdiri di sisi rakyat kecil, maka rakyat yang akan mengingatkan,” katanya.

 

Isu ART Indonesia–AS kini menambah daftar panjang perdebatan soal arah diplomasi ekonomi Indonesia: antara keterbukaan pasar global dan mandat konstitusi untuk melindungi kepentingan nasional.

Penulis : Syahrudin akbar

Berita Terkait

Paramadina Gelar KEP Edisi 42 Bahas Implementasi Pancasila & UUD 1945 di Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Kabinet Merah Putih
Gerakan Aktivis Jakarta Desak KPK Audit Total Yayasan SPPG dan Pejabat BGN Cegah Penyimpangan Anggaran Triliunan Rupiah
Anggota DPD RI Achmad Azran Gelar Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Wujud Nyata Keberpihakan pada Rakyat
JMI Siap Kawal Kinerja BGN Pasca Pergantian Pimpinan: Transparansi dan Manfaat Rakyat Jadi Prioritas  
DPW PPP DKI Jakarta Dukung Program Pilah Sampah Pemprov DKI, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Infrastruktur Pendukung
DPC Gerindra Kabupaten Bogor Tebar 14 Ekor Sapi Kurban di Enam Dapil
Polsek Jatinegara Gelar Operasi Stasioner, Tindak Lanjuti Instruksi Kapolda Metro Jaya Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan
FKMGS Berkolaborasi Kementerian LH Gelar Penanaman Pohon di Hutan Kota Blok Jambrong Desa Cipelang
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:45 WIB

Paramadina Gelar KEP Edisi 42 Bahas Implementasi Pancasila & UUD 1945 di Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Kabinet Merah Putih

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:05 WIB

Gerakan Aktivis Jakarta Desak KPK Audit Total Yayasan SPPG dan Pejabat BGN Cegah Penyimpangan Anggaran Triliunan Rupiah

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:03 WIB

Anggota DPD RI Achmad Azran Gelar Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Wujud Nyata Keberpihakan pada Rakyat

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:09 WIB

JMI Siap Kawal Kinerja BGN Pasca Pergantian Pimpinan: Transparansi dan Manfaat Rakyat Jadi Prioritas  

Senin, 1 Juni 2026 - 16:39 WIB

DPW PPP DKI Jakarta Dukung Program Pilah Sampah Pemprov DKI, Tekankan Pentingnya Edukasi dan Infrastruktur Pendukung

Berita Terbaru

Kebijakan publik

JMI Gelar FGD: Kalau Program Mangkrak, Siapa yang Bertanggung Jawab

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:27 WIB