JAKARTA, jurnalisinvestigasinews.com – Pakaian Dinas Lapangan (PDL) TNI secara resmi diganti dengan corak dan warna yang baru. Dari warna hijau tua corak Malvinas yang sudah dipakai sejak 1982, berganti warna Sage green atau hijau muda dengan corak digital. Seragam baru ini dipakai secara resmi pada peringatan HUT Ke-80 TNI di Monas (5/10/2025).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengatakan keputusan penggunaan seragam baru itu telah ditetapkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
“Terkait dengan seragam TNI yang baru ini, sudah disampaikan oleh wakil Panglima TNI beberapa hari yang lalu, dan sudah ada keputusan dari bapak Panglima tentang penggunaan seragam corak baru,” kata Kapuspen dikutip dari Kompas.com (7/10/2025).
Penggantian warna seragam ini bukan soal penampilan melainkan ada alasan taktis di dalamnya. Menurut TNI, warna sage green dipilih karena sesuai dengan kondisi alam dan vegetasi di Indonesia, alias prajurit lebih mudah untuk berkamuflase di alam terbuka. Terutama saat beroperasi di wilayah hutan, pegunungan, atau medan tempur yang didominasi oleh warna alam.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyebut bahwa seragam atau pakaian dinas lapangan (PDL) TNI sebelumnya terlalu hijau untuk misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hasanuddin mengatakan, perubahan seragam TNI diputuskan sesuai dengan medan lapangan.
“Di misi PBB baju kita yang lama terlalu hijau,” ujar Hasanuddin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Menurut Hasanuddin, corak dan warna seragam TNI saat ini mungkin sudah sesuai dengan misi militer di dalam maupun luar negeri.(*)







