slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

Kasus Dugaan penganiayaan Yang Dilakuka Oknum Pengacara Berbuntut Panjang - JURNAL INVESTIGASI NEWS

Kasus Dugaan penganiayaan Yang Dilakuka Oknum Pengacara Berbuntut Panjang

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 24 September 2022 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALATIGA, – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan HR oknum pengacara warga Kecamatan Argomulyo berbuntut panjang.

Diberitakan sebelumnya HR menganiaya Yohanes Jumadi warga Jalan Arjuna 106 A RT 06 RW 05 Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, pada Senin (22/8/2022) malam di Perum Argotunggal Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo.

Atas peristiwa itu, Jumadi mengalami luka memar pada bibir dan bagian mata.

Direktur Kantor Hukum Jallu dan Associetes Nurrun Jamaludin, SHI.,MHI.,CM.,SHEL., dan Rekan selaku kuasa hukum Yohanes Jumadi berharap kasus penganiayaan ini harus diselesaikan secara adil supaya kepercayaan dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan penegak hukumnya semakin tinggi.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat menurun karena penangannya dianggap tidak adil,”katanya saat menggelar konferensi pers, Jumat (23/9/2022).

Jamal menekankan bahwa tindakan pelaku itu tidak mencerminkan sebagai warga negara indonesia yang taat dan patuh terhadap hukum.

“Dengan berdasar fakta yang ada serta adanya saksi-saksi yg mengetahui kejadian saat itu seharusnya dapat membantu proses penyidikan ini lebih cepat,”ungkap Jamal.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 08 kodim 0104 Kenduri Blang Sebagai Bentuk Syukur Petani

Jamal menegaskan, yang perlu menjadi catatan fakta kejadian itu dilakukan dua kali dalam waktu yang berbeda, pertama kurang lebih pukul 21.00 dan setelah itu pelaku meninggalkan tempat kejadian.

“Selang 30 menitan pelaku datang kembali dan melakukan pemukulan lagi dengan menyampaikan “wis sue aku goleki koe,”jelas Jamal.

Dan setelah kejadian itu, lanjut Jamal, pada saat korban hendak pulang, justru di cegat sama pelaku namun tidak berhasil dan di kejar sampai pintu tol Tingkir.

Atas peristiwa itu, Jamal juga mendorong pengenaan pasal yang tepat. Tidak menutup kemungkinan ada saksi lain.

“Kami ingin agar penyidik lebih jeli dan lengkap melihat unsur pidana dalam kasus ini,”tandas Jamal.

Bentuk dorongan yang dilakukan, Jamal terus mengawal kasus ini dan akan melayangkan surat kepada lembaga-lembaga yang berhubungan dengan proses dugaan tindak pidana ini.

Baca Juga :  Pimpinan BRI Unit Koto Tangah Handoko mendatangi Direktur Utama PT Mediatama Zeine Kutuby(MZK)

“Itu kami lakukan supaya penangananya lebih terang dan harapannya segera di tetapkan statusnya kasus tersebut,”ungkap pria yang juga dosen FaSya UIN Salatiga ini.

Untuk itulah kami meminta kepolisian, khususnya kepada Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana agar dapat memproses penyidikan perkara klien kami secara profesional dan independen.

“Kami juga mengapresiasi keprofesionalan bapak AKBP Indra mardiana selaku Kapolres Salatiga, yang dengan cepat mengungkap kasus kasus di Salatiga,”terang Jamal.

Ada unsur perencanaan dalam kasus ini

Jamal mengungkapkan, sebagaimana aduan pada tanggal 23 Agustur 2022 itu proses penganiayaan atau dugaan tindak penganiayaan dan aduan ini disangkakan pasal 351.

“Melihat serangkaian itu apakah pasal 351 tepat. Atau pasal 353 yang lebih tepat karena ada proses serangkaian dugaan perencanaan itu muncul. Itu silahkan kepada penyidik supaya jeli dalam penanganan kasus ini,”pungkasnya.( VS )

Berita Terkait

Tim Buser Polsek Kalideres Tangkap Jambret Spesialis Anak-anak, Motifnya Beli Sabu
Kolaborasi Satpol PP Jatinegara dan Wartawan Hadirkan Jumat Berkah, Kepedulian Sosial Warnai HUT ke-499 Jakarta
Jaga Jakarta+ Jayakarta On The Spot, Polsek Palmerah Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Warga RW 017
Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global
Brimob Metro Jaya Temukan Dua Motor Tanpa Surat Lengkap Saat Patroli Malam di Jakarta Timur
Muhamad Rizki Resmi Diangkat Menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Jurnalis Investigasi News
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Gelar Jaga Jakarta On The Spot di TPU Prumpung
Kejari Jaktim Percepat Penyidikan, Tersangka DER Resmi Ditahan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:11 WIB

Tim Buser Polsek Kalideres Tangkap Jambret Spesialis Anak-anak, Motifnya Beli Sabu

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:28 WIB

Kolaborasi Satpol PP Jatinegara dan Wartawan Hadirkan Jumat Berkah, Kepedulian Sosial Warnai HUT ke-499 Jakarta

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:41 WIB

Jaga Jakarta+ Jayakarta On The Spot, Polsek Palmerah Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Warga RW 017

Senin, 22 Juni 2026 - 13:59 WIB

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:11 WIB

Brimob Metro Jaya Temukan Dua Motor Tanpa Surat Lengkap Saat Patroli Malam di Jakarta Timur

Berita Terbaru